Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua KPAI Asrorun Ni'am Saat Menjadi Pembicara Di Seminar Perlindungan Anak (Sumber: Humas KPAI)
Dream - Maraknya kejahatan anak-anak mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah untuk memberi hukuman maksimal pelaku kejahatan terhadap anak.
Desakan itu disampaikan menanggapi masih maraknya kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak walaupun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) no 1 tahun 2016 telah dikeluarkan pemerintah.
" Kita sudah memiliki payung hukum berupa Perppu No 1 tahun 2016. Ini harus diimplementasikan saat aparat hukum menjerat para pelaku perkosaan dan pembunuhan anak," kata Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa, 9 Agustus 2016.
Dia mencontohkan kasus pemerkosaan di Bogor terhadap bayi berusia 2,5 tahun. Dia mendesak aparat penegak hukum harus pro terhadap kepentingan perlindungan anak.
" Ada pula di Bandung seorang Kakek mencabuli anak berusia sembilan tahun. Tentu ini sangat memprihatinkan kita," ucap dia.
Menurut dia, Perppu No 1 Tahun 2016 harus dijadikan landasan hukum yang kuat untuk menjerat para predator anak.
" Kami berharap implementasi Perppu ini bisa secara signifikan menurunkan kasus kejahatan seksual anak," ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula istri Gubernur Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo yang juga menjabat sebagai penggerak ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Provinsi Jawa Tengah. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya