Luhut: Pandemi Covid-19 Sudah Terkendali, Masyarakat Jangan Euforia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 21 September 2021 06:00
Luhut: Pandemi Covid-19 Sudah Terkendali, Masyarakat Jangan Euforia
Mengutip studi dari FKMUI, kasus penularan Covid-19 menunjukkan tren menurun.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali dan terus menunjuikan penurunan. Hal ini diketahui dari hasil estimasi dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI).

" Angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi, berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin 20 September 2021.

Lanjut dia, berdasarkan angka tersebut setiap satu kasus Covid-19 secara rata-rata akan menularkan ke 0.98 orang, atau adanya penurunan jumlah kasus.

" Angka ini juga dapat diartikan pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali," ucap dia.

1 dari 4 halaman

Terjadi Tren Penurunan

Lebih lanjut Luhut mengatakan, kasus harian juga menunjukkan tren membaik. Kasus konfirmasi secara nasional hari ini berada di bawah 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu.

Untuk Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98,0 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu.

Dengan begitu, tidak ada lagi daerah yang berada di wilayah PPKM Level 4 di Jawa-Bali pekan ini. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak euforia.

" Masyarakat agar, sekali lagi, tidak euforia yang pada akhirnya mengabaikan segala bentuk protokol kesehatan yang ada. Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan," ujar Luhut.

Lubut mengingatkan, kelengahan terhadap protokol kesehatan akan berujung pada peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan.

" Dan pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan," tuturnya.

2 dari 4 halaman

Luhut Tegaskan PPKM Terus Diterapkan di Jawa-Bali Hingga Kasus Covid-19 Ditekan

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, kembali menegaskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatam Masyarakat (PPKM) akan terus diterapkan di Jawa-Bali.

Pernyataan ini disampaikan Luhut yang juga Koordinator Penanganan PPKM Jawa-Bali menanggapi masih adanya pertanyaan publik terkait berakhirnya PPKM di Indonesia.

" Pemerintah menegaskan akan terus melakukan PPKM level ini di seluruh Jawa-Bali," kata Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setiap minggu untuk memantau kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di tiap daerah.

" Hingga menekan kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian sama di kemudian hari," kata dia.

Luhut menegaskan PPKM adalah alat Pemerintah untuk mengendalikan situasi Covid-19. Dia menyatakan jika dilepas, dikhawatirkan akan muncul kembali gelombang penularan Covid-19 seperti yang sudah pernah terjadi.

" Kita sudah lihat pengalaman di banyak negara, jadi kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan berbagai negara lain," kata dia.

3 dari 4 halaman

Mobilitas Mengalami Kenaikan

Selanjutnya, Luhut mengatakan terjadi peningkatan mobilitas cukup tinggi di beberapa wilayah. Khususnya sejumlah destinasi wisata.

" Seperti di Pantai Pangandaran yang dipenuhi pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya, Jabodetabek, sehingga berpotensi untuk terjadinya kasus impor bagi daerah tersebut," kata dia.

Kondisi ini diperparah lemahnya penerapan protokol kesehatan. Tak hanya itu, tingkat occupancy (keterisian) hotel di Pangandaran sampai mendekati penuh.

" Hal ini berlawanan dengan ketentuan yang mengatur kapasitas hotel yang diperbolehkan," ucap Luhut.

4 dari 4 halaman

Luhut: Jangan Remehkan Covid-19, Anak Saya Kopassus Saja Kena

Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan Covid-19 masalah serius dan tidak bisa dianggap remeh. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

" Masalah Covid-19 ini tidak hal yang mudah karena tidak ada batas sukunya, agamanya, pangkat tinggi, jenderal, hansip apa semua enggak ada. Anak saya yang Kopassus pun kena," ujar Luhut.

Mengingat bahayanya yang besar, Luhut mengajak masyarakat turut serta membantu Pemerintah mengatasi dampak pandemi. Dia juga menekankan masalah ini tidak boleh dianggap main-main.

" Kita harus serius menangani ini dan ini musuh bersama, musuh kemanusiaan," kata dia.

Terlebih, kata Luhut, beberapa waktu lalu Indonesia mengalami lonjakan kasus sangat tinggi. Belum lagi adanya ancaman varian baru virus corona, sehingga semua perlu berhati-hati.

" Saya titip betul ini," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar