Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Liputan6.com
Dream - Megawati Soekarnoputri meminta para ibu berhenti memberikan mi instan kepada anak-anaknya. Dia berharap ibu-ibu di Indonesia benar-benar memahami keragaman bahan pangan yang bisa menjadi sumber gizi.
" Coba buka yang namanya porang, itu gampang sekali di Google. Berundinglah kalian. Makanan sebegitu banyak, berhentilah memberi anak kalian itu mi. Tapi mi shirataki boleh. Karena ini dari porang," kata Megawati, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan itu, Indonesia menghadapi tantangan stunting atau gizi buruk. Padahal Indonesia merupakan negara subur dengan hasil alam melimpah, sehingga banyak sumber bahan pangan.
" Jadi bukan mi yang lain. Dari sisi kesehatan diberitakan bahwa anak stunting banyak. Ibu harus bergerak hatinya dengan keadaan itu. Coba ini jadi gerakan, ibu belajar gizi, kenapa anak stunting, kenapa anak anemia? Anemia itu darahnya tak sehat suka bikin lemas, masa ibu tak tergerak? Bangsa kita ini jadi bangsa apa nanti?" ujar Megawati.
Rakyat Indonesia, tambah dia, sebaiknya benar-benar mengembangkan sepuluh makanan pendamping beras. Dia sangat sedih karena bahan pangan, seperti porang, justru diolah oleh Jepang dan menjadi beras shirataki yang menyehatkan dan bernilai ekonomis tinggi.
Porang, kata Megawati, merupakan sejenis umbi yang masih saudara dengan talas. " Yang saya sedih, ini beras merah putih. Ini beras putih (shiratakie). Ini mi-nya, ini seperti agar-agar. Yang saya sedih, semua bahannya porang. Yang bikin Jepang. Itu yang saya protes keras. Bahannya dari kita, tapi yang bikin orang," tutur Megawati.
Megawati mengatakan, orang pintar Indonesia seharusnya menciptakan sebuah metode agar bahan pangan ini bisa diolah di dalam negeri. Sehingga tak sekadar mampu memproduksi bahan mentah. " Padahal setelah jadi, harganya mahal," tutup Megawati.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya