Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Tak sanggup membeli obat untuk istrinya yang sakit, seorang ayah rela menjual buah hatinya yang masih berusia dua bulan. Bayi laki-laki kecil itu diserahkan dengan harga 700 ringgit, sekitar Rp 146 ribu.
Kisah miris ini terjadi di sebuah kawasan Malkangiri, distrik Odisha, India. Presiden Child Welfare Commitee (CWC) Sanjukta mengatakan sang suami Sukura Muduli dan istrinya Dhumusi Munduli menyerahkan anaknya ke pegawai Accredited Social Health Activist (ASHA) pada Februari lalu.
Menerima kabar tersebut, instansi terkait mendesak CWC untuk membuktikan masalah tersebut.
Mengutip indiatimes, hasil investigasi mengungkapkan jika pasangan suami istri ini tak terdaftar dalam program jaminan sosial yang disediakan pemerintah.
Sukura mengatakan dia terpaksa menyerahkan darah dagingnya ke seorang wanita agar bisa membeli obat untuk istrinya. Si pembeli juga sempat memberikan 50 kilogram beras.
Menurut Pradhan, pemerintah saat ini berupaya memberikan tempat tinggal kepada pasangan itu lewat program Indira Awas Yojana. Tak hanya itu, mereka juga dimasukan dalam program perlindungan BPL dan skema lainnya.
Sementara sang anak tetap berada dalam pengurusan pekerja ASHA.
"Sejak Sukura dan istrinya tak bisa merawat anaknya, bayi ini tetap tinggal di rumah dari pekerja ASHA," kata Pradhan.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari