Sampah Medis (Shutterstock.com)
Dream - Penggunaan sampah di masyarakat saat ini terus meningkat. Parahnya, plastik menjadi jenis sampah yang mendominasi dan mengganggu kelestarian lingkungan.
Untuk mengurangi dampak buruk sampah, Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) bersama Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusung Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) berbasis masjid.
Kampanye gerakan tersebut bertujuan untuk mengurangi pencemaran sampah plastik. Caranya mengajak masyarakat terutama umat muslim agar melakukan sedekah di masjid.
" Mudah-mudahan ini menjadi hal yang sangat baik, sehingga bisa membangun Gerakan partisipasi publik yang baik di masyarakat,” ujar Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar.
Sampah-sampah yang ditampung yaitu sampah yang bernilai ekonomis. Nantinya sampah dikirim ke pengepul ataupun bank sampah, untuk dijual dan hasilnya disumbangkan untuk kegiatan masjid, atau program-program lainnya.
Gerakan ini diharapkan juga dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan untuk selalu bersedekah yang tidak harus selalu dengan uang. Serta meningkatkan solidaritas masyarakat terhadap lingkungan, dan membiasakan perilaku memilah sampah untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus mendorong peningkatan taraf ekonomi.
“ Target supaya kita bisa mewujudkan pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025 nanti, dan kekuatan modal sosial yang dimiliki oleh Indonesia," kata Novrizal.
Saat ini, Indonesia merupakan negara nomor 2 penyumbang sampah laut terbesar di dunia. Selain itu, juga menempati nomor 2 pembuang sampah organik terbesar dunia setelah Arab Saudi.
Fakta ini menjadi faktor pendorong perbaikan dalam pengelolaan sampah. Jika tidak, maka sampah-sampah tersebut dapat membahayakan kehidupan.
" Sampah mikroplastik yang dibuang ke sungai akan tergerus menjadi nano plastik yang akan mencemari perairan laut yang nantinya dimakan ikan, dan juga garam kita juga akan tercemar,” kata Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PLH SDA) MUI, Hayu Prabowo.
Hayu menegaskan pengelolaan sampah harus melibatkan berbagai pihak dan dibutuhkan kerja sama yang kuat. Ini agar perairan kita tetap terjaga dari potensi pencemaran sampah.
Guna mendukung upaya kampanye itu, dirilis pula Buku Panduan dan Khutbah " Tata Kelola Sampah Menurut Ajaran Islam" sebagai pedoman untuk pengelolaan sampah sesuai dengan perspektif Islam.
Reporter : Radhika Nada
Advertisement
AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Kisah Elisabeth dan 5 Anaknya Tinggal di Huntara Usai Gempa NTT, Menanti Rumah Baru

Skaer Clinic Resmi Buka Cabang di Tebet, Hadirkan Layanan Estetik hingga Bedah Minor

Mengapa Permen Bebas Gula Bikin Sering Kentut dan Buang Air Besar? Ini Penjelasannya