Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Salat Istisqo' Yang Diselenggarakan Di Kota Bogor (www.dream.co.id)
Dream - Musibah kekeringan yang melanda desa-desa menimbulkan keprihatinan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Marwan Jafar. Dia menyerukan masyarakat salat Istisqo atau salat mohon turun hujan sebagai salah satu cara mengatasi musibah kekeringan banyak desa di Indonesia.
" Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius. Menghadapi situasi kekeringan ini, saya mengimbau masyarakat secepatnya lakukan salat Istisqo. Bagi saudara-saudara yang non-Muslim bisa berdoa (memohon hujan) menurut keyakinannya masing-masing," ujar Marwan, di Jakarta, Minggu 26 Juli 2015.
Menurut Marwan, cara-cara spiritualitas juga bisa menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Tetapi, dia mengingatkan, cara itu tidak lantas membuat masyarakat meninggalkan sains dan teknologi.
" Kita harus memadukan kedua cara itu secara bijaksana dan tepat guna,” katanya.
Marwan juga menyerukan pentingnya solidaritas dan kerjasama antardesa untuk mengatasi musibah kekeringan. Desa-desa yang kebetulan memiliki sumber air melimpah diminta membantu pasokan air kepada desa-desa yang kekeringan.
" Inilah momen yang tepat untuk menunjukkan desa-desa kita masih memegang teguh nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, tolong menolong, serta kearifan lokal lainnya dalam menghadapi kesulitan hidup," ajaknya.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) musim kemarau akan berlangsung hingga bulan September. Dari data yang dicatat Kementerian Desa dan PDTT, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi yang wilayahnya paling banyak terancam kekeringan.
Tercatat 379 desa dari 76 kecamatan mengalami ancaman kekeringan, kekurangan air bersih, dan kekeringan lahan persawahan. Sementara itu, di Pamekasan terdapat 80 desa dan di Wonogiri sebanyak 38 desa yang terancam kekeringan.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?