Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Penumpang KRL di Stasiun Bogor Menumpuk

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 22 Juni 2020 10:30
Penumpang KRL di Stasiun Bogor Menumpuk
"Pemecah rekor terantre se Jabodetabek," tulis salah satu netizen.

Dream - Terjadi antrean di calon penumpang Kereta Api Listrik (KRL) di Stasiun Bogor. Maklum, aktivitas perkantoran di Jakarta mulai menggeliat setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona.

Banyak karyawan yang sudah mulai masuk kerja. KRL yang menjadi sarana transportasi utama di Jakarta dan sekitarnya pun kembali ramai, dipenuhi calon penumpang.

Di Stasiun Bogor, Senin 22 Juni 2020, terlihat antrean calon penumpang mengular hingga ke tempat parkir. Banyak penumpang mengeluhkan antrean tersebut. Mereka merasa antrean terlalu panjang sehingga harus menunggu lama di stasiun.

1 dari 5 halaman

Foto fenomena penumpukan penumpang ini diunggah oleh akun Instagram @info.krl yang menunjukkan para netizen mengeluh karena harus datang pagi-pagi hanya untuk masuk ke pintu gerbang KRL.

" Biasanya orang kebangun karena suara ayam, beda dengan hari senin, ayam yang bangun karena suara orang #SeninSelaluBeda," unggah akun @sitihardiyanti1993.

Dalam unggahnnya, netizen tersebut memperlihatkan keadaan di Stasun Bogor dimana banyaknya penumpang yang mengantre tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing dan penggunaan masker.

Antrean di Stasiun KRL

2 dari 5 halaman

Pemilik akun @kasibamandaputri juga mengeluhkan hal yang sama. Akun tersebut bahkan sempat mennyebut akun-akun yang bertanggung jawab atas kebijakan penerapan PSBB Kota Bogor.

" Membludak lagi?? Bus mana ya??? @PemkotBogor @BimaaryaSugiarto @Infor.KRL @Commuterline," unggah akun tersebut.

Antrean di Stasiun KRL

3 dari 5 halaman

Tak hanya di Stasiun Bogor, antrean penumpang juga terjadi di Stasiun Citayam. Keluhan juga diunggah oleh akun Instagram @m.ito.siregar.050799.

" Pemecah rekero ter antri se Jabodetabek @Stasiun Citayem," unggah akun tersebut.

Antrean di Stasiun KRL

Penumpukan penumpang KRL ini juga menimbulkan kekhawatiran penularan virus corona. Sebab, bisa saja ada penumpang yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker maupun menjaga jarak aman.

Sumber : Instagram @Info_krl

4 dari 5 halaman

Tiga Penumpang KRL Bogor-Jakarta Positif Covid-19

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan terdapat temuan tiga penumpang KRL dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Data ini didapat dari hasil tes Swab yang dijalankan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar kepara 325 penumpang KRL di Stasiun Bogor pada 27 April 2020 lalu.

" 3 positif Covid-19 dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dengan test swab PCR," ucap Ridwan di Twitter.

Ridwan mengatakan temuan tersebut menunjukkan potensi penularan Covid-19 di KRL sebagai transportasi umum. Sehingga, diperlukan tindak lanjut terkait temuan tersebut.

" Ini artinya KRL yang masih padat bisa menjadi transportasi OTG (Orang tanpa Gejala), pembawa virus. PSBB bisa gagal," jelas Ridwan.

Ridwan mengatakan telah melaporkan hal ini ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat dan Kementerian Perhubungan. Dia juga berharap PT KCI selaku pengelola KRL dapat menanggapi hal ini dengan serius.

" Sudah dilaporkan ke gugus tugas pusat dan Kemenhub. Semoga ada respons terukur dari pihak operator KRL," ucap Ridwan.

5 dari 5 halaman

Ridwan Kamil: Bogor Siap Produksi Masker 1 Juta per Hari

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendorong industri di Jawa Barat untuk memproduksi masker bedah sendiri. Upaya itu untuk menekan  melawan penimbun masker.


" Saya dan Bupati Bogor meminta produksi dinaikkan minimal 1 juta masker per hari di akhir bulan ini. Agar berlimpah melawan penimbun dan agar harga jadi murah. No mahal-mahal club," kata Emil, sapaannya, di Twitter, Kamis, 16 April 2020.

Emil menyebut, salah satu industri masker bedah di Bogor, PT Multi One Plus, juga menyanggupi membeli mesin baru untuk meningkatkan produksi.

" Alhamdulillah, Jawa Barat sebagai tuan rumah dari 60 % industri se-Indonesia, bisa dan mampu memproduksi masker bedah sendiri secara masif. Ini industri masker bedah kualitas ekspor standar WHO berlokasi di Kabupaten Bogor," tulis dia.


Rencananya, kata dia, jika kebutuhan masker di Bogor dan Jawa Barat mencukupi, produk akan dikirim ke provinsi-provinsi lain. " Baru setelah itu baru boleh ekspor menolong negara lain," ucap dia.

Dilaporkan ,  terdapat sembilan pabrik yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD), masker medis maupun baju hazmat.

Pabrik yang dikunjunginya ini, kata Emil, mampu memproduksi 250 ribu masker medis setiap hari, meski telah habis dipesan oleh instansi pemerintahan.

" Janjinya, akhir April mereka mau menambah kapasitas produksi hingga 1 juta buah per hari. Mungkin 2 juta. Jadi jangan khawatir, kebutuhan masker kita akan terpenuhi," kata dia.

Emil menegaskan, dalam dua hingga empat bulan ke depan, kebutuhan APD maupun masker di Jawa Barat dan Indonesia akan tercukupi. Para produsen pun dilarang untuk melakukan ekspor lebih dahulu.

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More