Mesir Laporkan Kasus Infeksi MERS Pertama

Reporter : Ismoko Widjaya
Sabtu, 3 Mei 2014 12:30
Mesir Laporkan Kasus Infeksi MERS Pertama
Sebuah tim ahli WHO telah tiba di Arab Saudi. Namun Mesir mulai melaporkan kasus pertama.

Dream - Arab Saudi melaporkan jumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus  ( MERS-Cov ), penyakit baru yang mematikan, naik hampir dua kali lipat pada bulan April dengan jumlah 26 kasus infeksi baru lebih pada hari Selasa dan Rabu.

Sementara, GMA News, Sabtu 3 Mei 2014, juga menulis kasus pertama infeksi  MERS juga dilaporkan terjadi di Mesir.  Infeksi pertama MERS di Mesir ini menimpa  seorang pria 27 tahun. Dia sebenarnya  tinggal di Arab Saudi, namun mulai sakit saat kembali ke Mesir pekan lalu. Saat di Saudi, pria itu sempat melakukan kontak fisik dengan pamannya yang meninggal karena MERS.

Keprihatinan dumia internasional tentang penyakit akut itu makin bertambah karena Arab Saudi akan  menerima sejumlah besar peziarah asing selama bulan puasa Ramadhan pada bulan Juli, diikuti oleh jutaan lebih untuk naik haji tahunan pada bulan Oktober.

Meskipun WHO mengatakan penyakit ini  memiliki kemiripan dengan virus SARS, yakni sulit untuk ditularkan antara sesama manusia, namun sebagian besar kasus yang dilaporkan di Arab Saudi sejauh ini tampaknya telah ditularkan melalui sesama manusia. Bukan semata dari hewan.

Sebuah tim ahli WHO telah tiba di Arab Saudi dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk meningkatkan langkah-langkah pengendalian infeksi, khususnya di rumah sakit, dan mempelajari bagaimana virus menyebar.

Tujuh dari kasus baru berada di Jeddah, empat di Mekkah , 10 di Riyadh , dua di kota utara Tabuk dan masing-masing di Hafr al- Batin dekat Kuwait dan Najran dekat Yaman. Dua orang  yang terserang MERS dilaporkan meninggal.

Kasus-kasus baru itu telah membuat  jumlah infeksi  MERS di Arab Saudi berjumlah 371, melompat  89 persen selama bulan April. Sebagian besar infeksi baru bulan lalu mewabah di tiga rumah sakit di Jeddah.

Dari orang-orang yang terserang penyakit MERS di Arab Saudi, 107 telah tewas sejak penyakit itu didentifikasi dua tahun lalu.

Namun para ahli kesehatan percaya sumber awal penularan berasal dari hewan, kemungkinan besar unta. Menteri Kesehatan Adel Fakeih mengatakan Saudi harus menghindari kontak dengan unta juga mengkonsumsi susu mentah atau daging unta.

Pedagang di pasar unta Riyadh mengaku  mereka belum secara resmi diberitahu atau diperingatkan tentang kemungkinan hubungan antara MERS dan unta. Sehingga mereka belum mengambil tindakan pencegahan ekstra seperti mencuci tangan.

Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, Yordania , Uni Emirat Arab, Oman dan Tunisia serta beberapa negara di Eropa telah melaporkan menemukan kasus MERS itu sejak virus itu muncul .

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, juga meninggal dunia karena terjangkit penyakit MERS. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.

" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.

NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian