Netanyahu Tolak Donald Trump?

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 11 Desember 2015 07:04
Netanyahu Tolak Donald Trump?
Netanyahu mengatakan dia menolak komentar Trump tentang Muslim dan mengklaim bahwa Israel sangat menghormati hak warga negaranya soal agama.

Dream - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, menyusul komentar anti-Islam miliarder Donald Trump yang mencalonkan diri jadi Presiden Amerika Serikat.

Netanyahu menolak komentari Donald Trump mengenai larangan Muslim masuk AS. Netanyahu malah menyebut Israel sangat menghormati hak warga negaranya soal agama.

" Negara Israel menghormati semua agama dan secara tegas menjamin hak-hak sipil warga negaranya," katanya dalam sebuah pernyataan resmi negara.

Netanyahu menjadi pemimpin internasional yang kesekian yang menolak komentar Donald Trump tentang Muslim.

Kendati demikian, dalam pernyataan resmi tersebut, Perdana Menteri Israel menyatakan tetap akan bertemu dengan calon presiden dari Partai Republik itu, untuk melakukan pembicaraan yang sebelumnya sudah dijadwalkan akhir bulan ini. Namun dia menegaskan tidak akan 'mendukung pandangan Trump'.

'Perdana Menteri Netanyahu menolak komentar Donald Trump baru-baru ini tentang Muslim. Negara Israel menghormati semua agama dan dengan tegas menjamin hak-hak semua warga negaranya,' kata pernyataan itu.

Selebihnya Netanyahu mengatakan Israel sangat menentang militan Islam yang menyerang dan mengancam warga Muslim, Kristen dan Yahudi serta seluruh dunia.

Kunjungan Trump ke Israel dikatakan oleh Netanyahu 'sebagai ekspresi tanda pentingnya aliansi yang kuat antara Israel dan Amerika Serikat'.

Netanyahu akan bertemu Trump pada tanggal 28 Desember ketika pengusaha tersebut melakukan tur di Israel. Trump belum mengumumkan rincian apapun tentang kunjungannya.

Tetapi Jerusalem Post melaporkan, kunjungan ke situs suci Masjidil Aqsa atau orang Yahudi menyebutnya Temple Mount di Yerusalem 'sangat dipertimbangkan'.

Namun kunjungan Trump ke Israel ini mendapat kritik dari pihak oposisi yang digalang oleh anggota parlemen Israel Knesset keturunan Arab, Issawi Frej.

Frej meminta menteri dalam negeri untuk tidak membiarkan politikus AS itu memasuki Israel.

" Bayangkan jika suatu negara atau seorang kandidat melarang Yahudi masuk, seluruh dunia akan berdiri untuk protes, mengatakan itu adalah rasis anti-Semit," kata Frej, dari partai Meretz, kepada Radio Israel. " Seorang rasis seperti itu tidak punya tempat di sini, di antara kita."

Taleb Abu Arrar, anggota parlemen dari United Arab List, mengklaim bahwa jika Trump mengunjungi Haram al-Sharif atau Temple Mount, maka akan 'menyebabkan seluruh wilayah terbakar'.

Sebuah petisi yang diusung anggota Knesset yang menuntut Netanyahu membatalkan pertemuan dengan Trump dilaporkan telah berhasil mendapat setidaknya 37 tanda tangan.

(Ism, Sumber: www.independent.co.uk)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak