Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Benjamin Netanyahu
Dream - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, menyusul komentar anti-Islam miliarder Donald Trump yang mencalonkan diri jadi Presiden Amerika Serikat.
Netanyahu menolak komentari Donald Trump mengenai larangan Muslim masuk AS. Netanyahu malah menyebut Israel sangat menghormati hak warga negaranya soal agama.
" Negara Israel menghormati semua agama dan secara tegas menjamin hak-hak sipil warga negaranya," katanya dalam sebuah pernyataan resmi negara.
Netanyahu menjadi pemimpin internasional yang kesekian yang menolak komentar Donald Trump tentang Muslim.
Kendati demikian, dalam pernyataan resmi tersebut, Perdana Menteri Israel menyatakan tetap akan bertemu dengan calon presiden dari Partai Republik itu, untuk melakukan pembicaraan yang sebelumnya sudah dijadwalkan akhir bulan ini. Namun dia menegaskan tidak akan 'mendukung pandangan Trump'.
'Perdana Menteri Netanyahu menolak komentar Donald Trump baru-baru ini tentang Muslim. Negara Israel menghormati semua agama dan dengan tegas menjamin hak-hak semua warga negaranya,' kata pernyataan itu.
Selebihnya Netanyahu mengatakan Israel sangat menentang militan Islam yang menyerang dan mengancam warga Muslim, Kristen dan Yahudi serta seluruh dunia.
Kunjungan Trump ke Israel dikatakan oleh Netanyahu 'sebagai ekspresi tanda pentingnya aliansi yang kuat antara Israel dan Amerika Serikat'.
Netanyahu akan bertemu Trump pada tanggal 28 Desember ketika pengusaha tersebut melakukan tur di Israel. Trump belum mengumumkan rincian apapun tentang kunjungannya.
Tetapi Jerusalem Post melaporkan, kunjungan ke situs suci Masjidil Aqsa atau orang Yahudi menyebutnya Temple Mount di Yerusalem 'sangat dipertimbangkan'.
Namun kunjungan Trump ke Israel ini mendapat kritik dari pihak oposisi yang digalang oleh anggota parlemen Israel Knesset keturunan Arab, Issawi Frej.
Frej meminta menteri dalam negeri untuk tidak membiarkan politikus AS itu memasuki Israel.
" Bayangkan jika suatu negara atau seorang kandidat melarang Yahudi masuk, seluruh dunia akan berdiri untuk protes, mengatakan itu adalah rasis anti-Semit," kata Frej, dari partai Meretz, kepada Radio Israel. " Seorang rasis seperti itu tidak punya tempat di sini, di antara kita."
Taleb Abu Arrar, anggota parlemen dari United Arab List, mengklaim bahwa jika Trump mengunjungi Haram al-Sharif atau Temple Mount, maka akan 'menyebabkan seluruh wilayah terbakar'.
Sebuah petisi yang diusung anggota Knesset yang menuntut Netanyahu membatalkan pertemuan dengan Trump dilaporkan telah berhasil mendapat setidaknya 37 tanda tangan.
(Ism, Sumber: www.independent.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya