CONNECT WITH US!

`Partikel Hantu` Melebihi Kecepatan Cahaya?

Reporter : Sandy Mahaputra | Kamis, 27 Agustus 2015 09:31
Para ilmuwan akhirnya bisa menemukan titik terang tentang asal-usul neutrino atau sering disebut Partikel Hantu.

Dream - Menggunakan tangki raksasa berisi cairan organik yang terkubur di bawah sebuah gunung di Italia, para ilmuwan akhirnya bisa menemukan titik terang tentang asal-usul neutrino atau sering disebut `Partikel Hantu`.

Neutrino mendapat julukan `Partikel Hantu` karena merupakan partikel paling kecil yang memiliki massa paling kecil, bisa dikatakan tidak memiliki massa.

Neutrino merupakan partikel yang tidak bermuatan, sehingga sangat kecil kemungkinannya terjadi interaksi dengan partikel lainnya.

Penemuan ini bisa menjawab zat-zat radioaktif apa saja yang berada jauh di kedalaman perut Bumi dan pengaruhnya terhadap perputaran inti Bumi.

Neutrino ternyata dihasilkan oleh reaksi nuklir dan peluruhan zat radioaktif dari atom yang tidak stabil. Karena memiliki massa paling kecil, neutrino 500 ribu kali lebih ringan ketimbang elektron.

Karena tidak memiliki muatan listrik dan jarang berinteraksi dengan partikel lainnya, neutrino ini dapat dengan mudah menembus melalui materi dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Kecepatannya bisa mencapai 9,5 triliun kilometer per jam. Karena itulah neutrino mendapat julukan Partikel Hantu.

Kendati demikian, neutrino ini kadang membentur atom. Saat itu terjadi, neutrino memancarkan cahaya yang berkedip-kedip yang sebelumnya digunakan ilmuwan untuk mengkonfirmasi keberadaan partikel ini.

Peluruhan zat radioaktif di dalam Bumi ini akan mengirim aliran neutrino ke permukaan sehingga bisa dideteksi oleh para ilmuwan.

" Partikel neutrino yang bisa dideteksi ini kemudian disebut dengan geoneutrino yang akan membuka wawasan baru tentang penampakan perut planet Bumi," kata Aldo Ianni, pakar fisika partikel eksperimental di Gran Sasso National Laboratory di Italia. Temuan terbaru tentang neutrino ini ditulis Ianni dan rekan-rekannya dalam jurnal Physical Review D edisi 7 Agustus 2015.

Geoneutrino dapat mengungkapkan berbagai macam isotop radioaktif yang tersebar di dalam perut Bumi dan bagaimana pengaruh panas yang dihasilkan terhadap aktivitas geologi seperti gempa bumi dan gunung berapi.

Untuk mendeteksi geoneutrino, Ianni dan tim menggunakan detektor neutrino Borexino milik Gran Sasso National Laboratory. Borexino menggunakan lebih dari 2.200 sensor cahaya untuk menangkap cahaya yang dipancarkan neutrino ketika menembus hampir 300 ton cairan organik khusus.

Detektor tersebut diletakkan di tengah sebuah bola besar yang dikelilingi oleh 2.400 ton air murni di kedalaman 1,5 kilometer di bawah Pegunungan Apennine. Setelah melakukan pengamatan selama 2.056 hari, Ianni dan tim berhasil mendeteksi sekitar 24 geoneutrino.

Sebanyak 11 partikel hantu terdeteksi berasal dari mantel Bumi dan 13 lainnya dari kerak Bumi. Menurut perkiraan Ianni geoneutrino akan lebih banyak ditemukan di kedalaman Bumi yang memiliki tingkat panas yang tinggi meski jumlahnya belum bisa diketahui secara pasti. Alasannya 70 persen tingkat panas tersebut disebabkan oleh aktivitas zat radioaktif.

Dan untuk memastikan hasilnya, Ianni mengatakan ia dan timnya harus mengumpulkan data 17 tahun lagi.

(Ism, Sumber: Live Science)

#Soundrenaline2017 - ADIT THE PHOTOGRAPHER