Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ibunda Musab Firas Tamimi, Menangis (Foto: Anadolu Agency)
Dream - Remaja Palestina berusia 17 tahun tewas ditembak tentara Israel di Tepi Barat, pada Rabu, 3 Desember 2018. Dia menjadi remaja pertama yang menjadi korban aksi tentara Israel di tahun ini.
"Musab Firas Tamimi, 17, tewas ditembak lehernya oleh pasukan Israel selama bentrokan di Desa Der Nitham, di utara Ramallah," kata Kementerian Kesehatan Palestina, dikutip Dream dari Anadolu Agency, Kamis, 4 Desember 2018.
"Bentrokan itu juga mengakibatkan sejumlah warga Palestina terluka, sementara puluhan lainnya menderita sakit karena menghirup gas air mata," tulis Kementerian Kesehatan.

Mengutip laman Aljazeera, Maria Aqraa, juru bicara kementerian kesehatan Palestina mengungkapkan Musab ditembar beberapa saat setelah tentara Israel melesatkan peluru dan mengenai lehernya.
Laman media Israel, Times of Israel dalam situsnya mengklaim Musab terlihat memegang senjata. Namun tak ada konfirmasi apakah Musab mempersenjati dirinya saat ikut melakukan aksi demonstrasi tersebut.
Musab merupakan salah satu anggota keluarga dari Tamimi yang tinggal di desa yang berdekatan dengan kota Nabi Saleh. Kota ini terkenal setelah seorang aktivis remaja ditangkap pada 19 Desember llu.
Ahed Tamimi terekam menampar seorang tentara saat berdiri di depan rumahnya. Aksi itu dilakukan setelah tentara Israel menembak wajah keponakan yang berusia 15 tahun dengan peluru karet.
Keluarga tersebut kemudian ditangkap dan dipenjara. Beberapa anggota keluarga dikabarkan dibumi selama aksi demonstrasi tak bersenjata melawan aksi penjarahan lahan dekat pemukiman ilegal Yahudi, Halamish.
Konflik di wilayah Palestina semakin memanas sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017.
Keputusan tersebut memicu kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim. Di dalam negeri Palestina, aksi protes terjadi di seluruh penjuru wilayah Palestina.
Sejak pengumuman Trump tersebut, setidaknya 16 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya



Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan