Peneliti Eijkman: Jika PCR Sekarang Positif Covid-19, Hampir Pasti Varian Delta

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 September 2021 09:00
Peneliti Eijkman: Jika PCR Sekarang Positif Covid-19, Hampir Pasti Varian Delta
Delta saat ini menjadi varian yang mendominasi Covid-19 di Indonesia.

Dream - Peneliti dan mantan Kepala Pusat Riset Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, mengungkapkan, varian Delta saat ini mendominasi penularan Covid-19 di Indonesia. Dia bahkan menyatakan deteksi varian Delta langsung bisa terlihat dari hasil analisis terhadap sampel RT-PCR.

" Jadi kalau sekarang ditemukan hasil PCR, itu hampir dapat dipastikan yang sekarang beredar itu adalah Delta," ujar Amin.

Tetapi, Amin menjelaskan varian Delta tersebut merupakan turunan dari Delta B16712. Menurut Amin, B16172 telah bermutasi dan menghasilkan varian AY 1, AY 2, dan beberapa lagi.

Sejauh ini, 2.703 kasus varian Delta ditemukan di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 43 kasus adalah murni B16172 dan sisanya berkode AY yang merupakan turunan dari Delta.

" Jadi keseluruhan varian Delta itu sudah bermutasi lagi, punya turunan lagi yang diberi nama AY," kata dia.

 

1 dari 5 halaman

Varian Delta Sudah Bermutasi

Mutasi Delta sudah terjadi di banyak negara. Khusus untuk Indonesia, Amin mengatakan varian yang banyak ditemukan adalah AY23 dan AY24.

AY24 sendiri juga ditemukan di beberapa negara seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Tetapi, jumlah terbanyak ditemukan di Indonesia.

" AY24 terbanyak di Indonesia, ini tentu harus mendapat perhatian dari kita," ucap dia.

Amin meyakini varian tersebut muncul ketika Indonesia mengalami gelombang kedua penularan Covid-19. Dia memaparkan sejak lonjakan kedua terjadi, kasus Delta ditemukan sebanyak 195 virus pada Mei lalu meningkat menjadi 1.319 virus pada Juni dan turun jadi 873 virus saat Juli.

" Tapi kalau dilihat presentasenya harian Delta ini, sampai dengan saat ini merupakan 100 persen dari virus yang menyebar di Indonesia," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Pandemi Covid-19 Terkendali, Menko Luhut Awasi Risiko dari Luar Negeri

Dream – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi kerja keras semua tim dalam menangani pandemi Covid-19 yang dianggap telah bisa dikendalikan. Namun tugas untuk mengendalikan wabah ini diakui masih belum selesai.

Menurut Luhut, semua tim dan masyarakat saat ini harus mengantisipasi risiki munculnya kasus baru dari luar negeri.

“ Saya nyatakan bahwa angka ini kerja keras semua tim, membuahkan hasil yang cukup menggembirakan,” ujar Luhut pada konferensi pers evaluasi PPKM seperti dikutip dari YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Meski menampakkan hasil menggembirakan, Luhut mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah mengingatkan seluruh kabinet dan masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati menghadapi peningkatan kasus yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“ Presiden mengingatkan kami, untuk kita semua, tetap waspada dan hati-hati,” lanjutnya.

3 dari 5 halaman

Wilayah Jawa-Bali Bebas dari PPKM Level 4

Ilustrasi© Liputan6.com

Lebih lanjut Luhut menyampaikan capaian kasus harian menunjukkan tren yang semakin membaik yaitu berada di bawah dua ribu kasus, dengan kasus aktif kurang dari 60 ribu. Sementara kasus harian juga turun hingga 98 persen dari titik puncak pada 15 Juli lalu.

Perkembangan positif juga terlihat dari tidak adanya Kabupaten/kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali. Semua Kabupaten/kota di daerah yang menjadi tugas penanganannya telah berada di level 3 dan 2.

 “ Kali ini tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada di level 4 Jawa-Bali,” jelasnya.

4 dari 5 halaman

Jangan Terlalu Euforia

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu menegaskan bahwa masa kasus rendah ini hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi. Luhut juga mengingatkan kepada semua elemen untuk tidak terlalu euforia dengan penurunan kasus ini.

“ Kasus rendah ini betul-betul kami manfaatkan untuk konsolidasi, maka dari itu kita jangan cepat cepat euforia terhadap ini, karena sangat mungkin terjadi hal-hal di luar dugaan kita, karena banyak ketidaktahuan kita terhadap varian baru ini,” terang Luhut.

Sementara Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pesan Presiden Jokowi untuk selalu mengacu pada empat strategi awal penanganan pandemi.

“ Dengan kondisi yang baik ini kita harus tetap waspada, dan tetap mengacu pada empat strategi awal penanganan pandemi, memperkuat protokol kesehatan, kedua menjalankan strategi deteksi, ketiga mempercepat vaksinasi, dan yang keempat mempercepat strategi pelayanan rumah sakit,” jelas Budi.

5 dari 5 halaman

Risiko Kasus dari Luar Negeri

Menko Luhut juga mengatakan risiko peningkatan kasus Covid-19 ini masih tinggi dan bisa terjadi sewaktu waktu. Salah satunya berasal dari luar negeri yang saat ini justru menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 yang masih tinggi di negara-negara tetangga.

“ Jangan sampai varian baru masuk ke Indonesia. Pemerintah membatasi perjalanan internasional dan memperketat karantina bagi warga negara asing,” ujarnya.

Pemerintah akan tetap memperketat pintu masuk dari berbagai jalur seperti udara, laut, dan darat. Selain itu, pemerintah juga akan memperketat karantina dan testing bagi pelaku perjalanan internasional.

“ Khusus pintu masuk udara hanya dibuka di Jakarta dan manado. untuk laut di batam dan tanjung pinang. Kita tidak ingin mengulangi kesalahan itu lagi,” lanjutnya.

“ Waktu karantina 8 hari, PCR tiga kali, meningkatkan karantina dan testing terutama di pintu masuk,” tambahnya.

Beri Komentar