Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dalam dua minggu ini dunia dihebohkan dengan berita kematian tiga petinggi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Sirte, Libya. Terjangan peluru para penembak jitu misterius diduga berhasil melumpuhkan para pemimpin itu..
Hingga saat ini belum ada yang tahu identitas dari penembak jitu tersebut atau untuk siapa dia bekerja. Apakah dia bekerja sendirian?
Yang pasti, rumor mengatakan seorang penembak jitu telah menghabisi satu per satu pentolan ISIS yang bercokol di Sirte hanya dalam waktu 10 hari. Tentu saja, berita ini menimbulkan panik dan ketakutan di antara anggota kelompok teror di kota Libya itu.
Korban terbaru dari sang penembak jitu misterius adalah Abdullah Hamad Al-Ansari, seorang komandan ISIS dari kota Obari di Libya Selatan, yang ditembak pada 23 Januari lalu.
Hamad Abdel Hady, warga Sudan yang bekerja untuk ISIS, juga tewas di tangan penembak jitu misterius di luar rumah sakit beberapa hari sebelumnya, The Libya Prospect melaporkan.
Abu Mohammed Bernawi, yang tewas pada 19 Januari di dekat rumahnya, adalah petinggi ISIS kedua yang terbunuh.
Surat kabar Inggris The Telegraph melaporkan rumor di kota Sirte menyebutkan penembak misterius itu secara sistematis menargetkan komandan ISIS.
Namun, tak satu pun berita kematian para petinggi ISIS ini yang secara resmi dikonfirmasi. Sementara informasi lebih lanjut mengenai berita-berita tersebut sulit untuk diverifikasi.
Menurut laporan media lokal, militan ISIS melakukan serangkaian penangkapan dan eksekusi dalam upaya menangkap penembak jitu misterius itu.
" Negara teror itu mulai putus asa setelah kematian tiga petingginya. Mereka secara membabi buta menembak ke udara untuk menakut-nakuti penduduk, ketika mencari penembak jitu tersebut," kata seorang saksi kepada situs Al-Wasat.
Tidak banyak yang diketahui tentang penembak jitu tersebut, termasuk apakah dia perempuan atau laki-laki, atau bagian dari kesatuan militer.
Beberapa laporan mengklaim penembak jitu itu adalah seorang pria yang menjadi anggota milisi dari kota tetangga Misrata.
Rumor lain mengatakan penembak jitu itu 'mengasah keterampilannya selama pemberontakan Libya melawan Kolonel Gaddafi', menurut The Telegraph.
Laporan lokal mengklaim penembak jitu itu mungkin saja pasukan khusus Amerika Serikat atau pahlawan Libya yang ingin membebaskan warga kota dari cengkeraman ISIS.
Sirte, yang diklaim oleh ISIS lebih dari setahun yang lalu, adalah wilayah pertama yang dikuasai militan di luar kubu mereka di Raqqa, Suriah. Kota ini sangat strategis karena kedekatannya dengan Eropa dan pangkalan minyak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya