Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Virus MERS (Gulfnews.com)
Dream - Penjualan produk multivitamin dan obat-obatan kesehatan di Arab Saudi diperkirakan melonjak 100%. Fenomena ini muncul di tengah kekhawatiran merebaknya serangan virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (MERs-CoV).
Para ahli di bidang kesehatan publik memperkirakan nilai transaksi penjualan multivitamin dan obat-obatan itu bakal menembus 11 miliar riyal atau Rp 33,78 triliun.
Anggota Kadin Arab Saudi Komite Farmasi, Fahd Batterjee seperti dikutip laman alarabiya, Selasa, 6 Mei 2014 mengatakan 40% permintaan akan muncul dari wilayah barat Arab Saudi.
" Permintaan terutama berasal dari obat dan produk multivitamin," ujarnya.
Untuk memenuhi lonjakan permintaan obat tersebut, Arab Saudi diperkirakan bakal mengimpor produk dari luar negeri dengan nilai mencapai 7 miliar riyal.
Impor tersebut di antaranya berupa obat-obatan seperti antibiotik, vitamin, serta masker berbagai jenis.
Deputi Asosiasi Farmasi di Jeddah, Sr Siraj Abed menambahkan, kalangan lanjut usia, wanita hamil, anak-anak, dan penderita asma merupakan pembeli terbesar dari obat-obatan tersebut.
Biasanya, produk obat-obatan ini hanya berkontribusi 10% dari pasar farmasi di Arab Saudi. Namun seiring merebaknya kasus MERS, jenis obat-obatan ini justru semakin laku di pasaran.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?