Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kota Depok akan menjadi lokasi pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada November mendatang. Kini, jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan di Depok tengah didata untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut.
" Saat ini Kota Depok memiliki 38 puskesmas, 24 rumah sakit, 175 klinik, 260 apotek, dan satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Kemudian, terdapat 1.366 nakes (tenaga kesehatan) di puskesmas, 8.066 nakes di rumah sakit dan 1.600 nakes di faskes lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarina.
Kendataan ini, kata Novarina, penting untuk mengetahui kemampuan Kota Depok dalam menjalankan vaksinasi per hari. Saat ini, Kota Depok telah memiliki 40 vaksinator yang telah mendapat pelatihan di provinsi.
" 40 orang vaksinator akan disebar ke 48 puskesmas, nantinya vaksinator yang sudah dilatih itu akan melatih nakes lain yang ada di puskesmas," kata dia.
Selain itu, pola atau alur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga sudah dibuat. Untuk mencegah kerumunan akan dibuat jadwal pelaksanaan vaksinasi.
Novarina menjelaskan tenaga kesehatan akan diprioritaskan dalam vaksinasi ini. Menyusul TNI-Polri, lalu profesi yang rentan terpapar dan terakhir yaitu masyarakat di zona merah.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjelaskan simulasi dijalankan sebagai antisipasi masalah dalam pelaksanaan vaksinasi nanti. Pemerintah setempat perlu memastikan jumlah puskesmas memadai sebelum melaksanakan vaksinasi massal.
Jika tidak memadai, maka harus disiapkan tempat lain. Seperti gedung serba guna, GOR, lapangan bulutangkis, dan semacamnya.
Ridwan juga mengatakan Dinkes Jabar sendiri telah mendata jumlah serta kondisi dari lemari pendingin untuk menyimpan vaksin di tiap puskesmas. Lemari pendingin dipastikan tidak rusak dan siap dipakai.
Pihaknya juga telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat untuk pengadaan secepatnya untuk mengganti lemari pendingin yang sudah rusak. Sehingga, fasilitas penyimpanan dapat digunakan secepatnya.
" Semoga dengan upaya yang telah dilakukan akan mendapat hasil yang optimal, karena vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bogor, Depok, Bekasi menjadi percontohan nasional," ucap Ridwan.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, hari ini (Kamis, 22 Oktober 2020). Simulasi akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan, secara teknis simulasi sudah direncanakan melalui rapat bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) dan pemangku kebijakan terkait kemarin.
Dalam simulasi direncanakan akan dilakukan tahapan pelaksanaan vaksinasi mulai dari sasaran warga yang akan divaksin hingga penentuan jarak antar warga saat pelaksanaan.
" Jadi teknisnya nanti warga datang ke meja registrasi dan diberikan penyuluhan. Lalu masuk ke ruang vaksin," katanya, Kamis 22 Oktober 2020, dikutip dari Merdeka.com.
Setelah divaksin, warga diminta untuk diam di tempat selama 30 menit. Tujuannya untuk melihat reaksi dari vaksin yang diberikan tersebut pada warga.
" Setelah pemberian vaksin, ada rest sekitar maksimal 30 menit sambil ditanya apakah terjadi reaksinya seperti apa. Kemudian setelah itu mereka keluar. Nanti keluar juga kita melakukan pemantauan," tukasnya.
Dia menerangkan, sasaran warga yang divaksin adalah mereka yang sehat dengan rentang usia 18-59 tahun. Sedangkan bagi penderita tidak diberikan vaksin anti Covid-19.
" Yang divaksin itu harus orang sehat. Jadi jangan berpikir yang divaksin adalah orang yang terkena atau OTG. Syarat diberikan vaksin adalah harus orang sehat. Kita maksimalkan secara identifikasi dari kesehatan 18-59 tahun," paparnya.
Sedangkan untuk pemberian vaksin sendiri akan dilaksanakan pada November dan Desember.
Targetnya akan ada 392 ribu warga yang divaksin pada tahap awal. Mereka sudah diklasterisasi oleh GTPPC Kota Depok.
" Misalnya TNI, Polri kemudian juga pengurus RT dan RW, kelurahan sampai dengan pelaku ekonomi. Sudah dipetakan seperti itu," ucapnya.
Jumlah tersebut bertambah 102 ribu dari rencana awal yang hanya 290 ribu warga saja. Jumlah tersebut ditetapkan setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok menggelar rapat terkait simulasi pemberian vaksin.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya