Persiapan Vaksinasi Covid-19, Depok Mulai Data Faskes

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Oktober 2020 14:00
Persiapan Vaksinasi Covid-19, Depok Mulai Data Faskes
Data faskes ini akan digunakan untuk mengukur kesiapan Kota Depok dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada November.

Dream - Kota Depok akan menjadi lokasi pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada November mendatang. Kini, jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan di Depok tengah didata untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut.

" Saat ini Kota Depok memiliki 38 puskesmas, 24 rumah sakit, 175 klinik, 260 apotek, dan satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Kemudian, terdapat 1.366 nakes (tenaga kesehatan) di puskesmas, 8.066 nakes di rumah sakit dan 1.600 nakes di faskes lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarina.

Kendataan ini, kata Novarina, penting untuk mengetahui kemampuan Kota Depok dalam menjalankan vaksinasi per hari. Saat ini, Kota Depok telah memiliki 40 vaksinator yang telah mendapat pelatihan di provinsi.

" 40 orang vaksinator akan disebar ke 48 puskesmas, nantinya vaksinator yang sudah dilatih itu akan melatih nakes lain yang ada di puskesmas," kata dia.

1 dari 5 halaman

Pola Pelaksanaan Vaksinasi Sudah Dibuat

Selain itu, pola atau alur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga sudah dibuat. Untuk mencegah kerumunan akan dibuat jadwal pelaksanaan vaksinasi.

Novarina menjelaskan tenaga kesehatan akan diprioritaskan dalam vaksinasi ini. Menyusul TNI-Polri, lalu profesi yang rentan terpapar dan terakhir yaitu masyarakat di zona merah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjelaskan simulasi dijalankan sebagai antisipasi masalah dalam pelaksanaan vaksinasi nanti. Pemerintah setempat perlu memastikan jumlah puskesmas memadai sebelum melaksanakan vaksinasi massal.

Jika tidak memadai, maka harus disiapkan tempat lain. Seperti gedung serba guna, GOR, lapangan bulutangkis, dan semacamnya.

 

2 dari 5 halaman

Jumlah Lemari Pendingin Sudah Didata

Ridwan juga mengatakan Dinkes Jabar sendiri telah mendata jumlah serta kondisi dari lemari pendingin untuk menyimpan vaksin di tiap puskesmas. Lemari pendingin dipastikan tidak rusak dan siap dipakai.

Pihaknya juga telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat untuk pengadaan secepatnya untuk mengganti lemari pendingin yang sudah rusak. Sehingga, fasilitas penyimpanan dapat digunakan secepatnya.

" Semoga dengan upaya yang telah dilakukan akan mendapat hasil yang optimal, karena vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bogor, Depok, Bekasi menjadi percontohan nasional," ucap Ridwan.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Pemkot Depok Gelar Simulasi, Begini Tahapan Pemberian Vaksin Covid-19

Dream - Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, hari ini (Kamis, 22 Oktober 2020). Simulasi akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi mengatakan, secara teknis simulasi sudah direncanakan melalui rapat bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) dan pemangku kebijakan terkait kemarin.

Dalam simulasi direncanakan akan dilakukan tahapan pelaksanaan vaksinasi mulai dari sasaran warga yang akan divaksin hingga penentuan jarak antar warga saat pelaksanaan.

" Jadi teknisnya nanti warga datang ke meja registrasi dan diberikan penyuluhan. Lalu masuk ke ruang vaksin," katanya, Kamis 22 Oktober 2020, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 5 halaman

Sasaran Warga yang Divaksin

Setelah divaksin, warga diminta untuk diam di tempat selama 30 menit. Tujuannya untuk melihat reaksi dari vaksin yang diberikan tersebut pada warga.

" Setelah pemberian vaksin, ada rest sekitar maksimal 30 menit sambil ditanya apakah terjadi reaksinya seperti apa. Kemudian setelah itu mereka keluar. Nanti keluar juga kita melakukan pemantauan," tukasnya.

Dia menerangkan, sasaran warga yang divaksin adalah mereka yang sehat dengan rentang usia 18-59 tahun. Sedangkan bagi penderita tidak diberikan vaksin anti Covid-19.

" Yang divaksin itu harus orang sehat. Jadi jangan berpikir yang divaksin adalah orang yang terkena atau OTG. Syarat diberikan vaksin adalah harus orang sehat. Kita maksimalkan secara identifikasi dari kesehatan 18-59 tahun," paparnya.

5 dari 5 halaman

Sedangkan untuk pemberian vaksin sendiri akan dilaksanakan pada November dan Desember.

Targetnya akan ada 392 ribu warga yang divaksin pada tahap awal. Mereka sudah diklasterisasi oleh GTPPC Kota Depok.

" Misalnya TNI, Polri kemudian juga pengurus RT dan RW, kelurahan sampai dengan pelaku ekonomi. Sudah dipetakan seperti itu," ucapnya.

Jumlah tersebut bertambah 102 ribu dari rencana awal yang hanya 290 ribu warga saja. Jumlah tersebut ditetapkan setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok menggelar rapat terkait simulasi pemberian vaksin.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar