Pesawat Jet Penumpang Tabrak Gedung Usai Lepas Landas

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 27 Desember 2019 13:13
Pesawat Jet Penumpang Tabrak Gedung Usai Lepas Landas
Ada 100 orang di dalam pesawat tersebut.

Dream - Pesawat jet penumpang milik maskapai Bek Air menabrak gedung berlantai dua sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Almaty, Kazakhstan, Jumat 27 Desember 2019, waktu setempat.

Menurut BBC, akibat peristiwa tersebut, tujuh orang meninggal dunia. Sementara itu, sejumlah orang yang selamat dievakuasi.

Pesawat jet penumpang tersebut sedang dalam perjalanan dari Almaty ke ibu kota Kazahstan, Nursultan.

 
 
 
View this post on Instagram

???????? ?? ?????????. ??? ???????. ?????? ?????

A post shared by ????? ????? (@maral_yerman) on Dec 26, 2019 at 6:04pm PST

Otoritas Bandara Almaty mengatakan, ada 95 penumpang dan lima awak di dalam pesawat tersebut.

Pesawat jet penumpang tersebut kehilangan ketinggian pada pukul 07:22 waktu setempat, sebelum menabrak penghalang beton dan gedung dua lantai. Tidak ada api akibat tabrakan tersebut.

Tim penyelamat yang bekerja di tempat kejadian. Dari rekaman yang beredar, seorang wanita dapat terdengar memanggil ambulans. Komisi khusus akan dibentuk untuk menentukan penyebab kecelakaan.

1 dari 5 halaman

Salah Dengar Instruksi, 2 Pesawat Garuda Nyaris Adu Moncong

Dream - Dua pesawat Garuda Indonesia nyaris bertabrakan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Kamis, 12 Desember 2019. Diduga pilot pesawat tersebut salah mendengar arahan dari petugas Air Traffic Controller (ATC) sehingga saling berhadapan di salah satu jalan penghubung.

Pesawat yang berhadapan tersebut yaitu Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA649 (PK-GMH) rute Ternate (TTE)-Bandara Soetta (CGK) dan pesawat GA246 dengan registrasi PK-GRR rute Bandara Soetta (CGK)-Banyuwangi (BWX).

Dilaporkan Liputan6.com, pesawat GA649 dari Ternate baru saja mendarat di Bandara Soetta. Sedangkan GA246 hendak menuju landasan pacu untuk terbang.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Herson, membantah peristiwa ini. " Tidak nyaris, karena keduanya jalannya pelan, jadi jaraknya berjauhan meski saling berhadapan," kata Herson, Jumat, 13 Desember 2019.

 

2 dari 5 halaman

Kurang Mendengar Arahan

Menurut dia, semua gerakan pesawat mengikuti arahan petugas dari menara ATC. Tetapi, pilot GA649 yang baru saja mendaratkan pesawatnya kurang mendengar perintah dari menara ATC.

" Kemarin itu cuma pesawat yang baru landing kurang dengar perintah tower. Perintahnya yang harusnya ke kiri, pilot ini ke kanan," ujar dia.

Beruntung kedua pilot ini melihat di depannya ada pesawat, sehingga keduanya sama-sama menghentikan laju dan menunggu salah satunya ditarik.

Herson menjelaskan, kejadian tersebut tidak mengganggu penerbangan yang lain. Pesawat GA649 asal Ternate akhirnya di-towing keluar dari taxiway untuk menuju apron.

" Tidak mengganggu karena posisi di taxiway sama-sama jalannya pelan. Namun demikian pesawatnya segera ditarik mundur dan semua normal kembali," kata Herson.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

3 dari 5 halaman

Respons Jokowi Soal Dugaan Eksploitasi Pramugari Garuda Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo rupanya sudah mendengar kabar soal isu eksploitasi para pramugari di maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia Tbk. Isu itu santer beredar di laman Twitter oleh akun @digeeembok.

Ditemui di sela peninjauan proyek LRT Jabodebek, Kamis, 12 Desember 2019, Jokowi menegaskan kasus eksploitasi pramugari yang diduga terjadi di Garuda Indonesia bukan lagi ranah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Jokowi, kasus dugaan eksploitasi pramugari sudah menjadi ranah polisi.

" Itu bukan urusannya BUMN lagi. Udah, seperti itu urusannya polisi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Terkait dugaan eksploitasi pegawai Garuda Indonesia, Jokowi tak mau memberikan komentar lebih jauh. Dia kembali menegaskan masalah pelecehan seksual bukan lagi urusan BUMN.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan bakal menindak tegas pejabat perusahaan pelat merah yang terbukti melakukan pelecehan seksual kepada bawahan. Tidak terkecuali di maskapai pelat merah, Garuda Indonesia.

Erick juga menyiapkan sanksi tegas berupa pemecatan jika ada pejabat BUMN melakukan pelecehan seksual. Secara tegas, Erick menyatakan kaum wanita di seluruh BUMN harus mendapat jaminan keamanan dari tindak pelecehan seksual.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita juga akan memastikan (pencegahan) seksual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," kata Erick.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

4 dari 5 halaman

Isu Skandal Seksual Pramugari Garuda, Erick Thohir Ancam Pecat Pelaku

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bereaksi atas isu pelecehan seksual yang diduga dialami para karyawan di lingkungan perusahaan pelat merah. Termasuk pula para pramugari Garuda Indonesia, Erick memastikan akan ada perlindungan kepada mereka.

" Kita ke depan, saya rasa nanti awal tahun, kita akan memastikan (pencegahan) sexual harrasment kepada pegawai perempuan di BUMN itu, harus benar-benar kita tingkatkan," ujar Erick, dikutip dari Liputan6.com.

Erick mengakui lingkungan kerja BUMN memang didominasi kaum pria. Dia menilai sudah seharusnya kaum wanita mendapat perlindungan.

" Sudah seyogyanya kaum wanita ini harus mendapatkan proteksi yang jelas, apalagi dari pimpinan-pimpinan yang tidak baik lah," kata dia.

Selanjutnya, Erick berencana mempelajari kemungkinan penjatuhan sanksi tegas berupa pemecatan kepada para pelaku pelecehan seksual. Dia menyadari belum ada payung hukum yang kuat untuk mencegah terjadinya pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia.

" Kalau di Amerika itu nanti saya pelajari, bisa diberhentikan. Apalagi kalau ada pegawai wanita yang jelas-jelas sudah ada sexual harrasment itu," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Serahkan ke Polisi

Terkait soal dugaan adanya pejabat Garuda Indonesia yang menjadi " germo" , Erick menyatakan itu bukan merupakan kewenangan dari kementerian yang dipimpinnya. Dia menyerahkan kasus itu ditangani kepolisian.

" Gini lah, kalau amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya nanti bukan di saya, tapi itu mungkin hukum yang lain, yaitu mungkin di kepolisian," kata Erick.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami sejumlah pramugari Garuda Indonesia viral di media sosial setelah muncul cuitan dari akun @digeeembok.

Dalam salah satu cuitannya, akun itu menyebut salah satu pejabat maskapai pelat merah itu punya sampingan sebagai " germo" .

Cuitan itu menyebut satu nama yaitu Roni Eka Mirsa. Diketahui, Roni menjabat sebagai Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia.

Tidak terima atas cuitan itu, Roni melaporkan pemilik akun ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, polisi masih memproses laporan tersebut.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

Beri Komentar