Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pesawat Lion Air Sedang Mengudara. (Foto: Pixabay)
Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, telah mengundang perhatian luas dari dunia bisnis penerbangan.
Salah satu yang merasa perlu memonitor perkembangan terbaru dari pesawat Lion Air yang jatuh pada 29 Oktober 2018 itu adalah maskapai Virgin Australia.
Mengapa Virgin Australia sampai perlu memantau tragedi kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air itu? Jawabannya sederhana saja. Rupanya, perusahaan penerbangan murah (low cost airline) itu memesan pesawat yang sejenis dengan Lion Air JT610 yaitu Boeing 737 Max 8.
Dilansir dari Liputan6.com, Virgin Australia sudah terlanjur memesan 30 unit seri 737 Max 8 dari Boeing, yang dijadwalkan akan tiba pertama pada November tahun depan.
Virgin Australia perlu mengetahui perkembangan tragedi mengerikan itu karena ingin mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat Lion Air. Selama ini penyebab kecelakaan memang masih misteri.
Spekulasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air banyak bermunculan, mulai dari kesalahan pilot, teknisi pesawat Indonesia atau pabrikan pesawat.
Seorang mantan pilot pesawat tempur, Christian Boucousis, mengatakan kepada News.com.au yang dikutip Kamis (1/11/2018), dia bisa mengerti alasan sebagian orang Australia yang mungkin tidak ingin menginjakkan kaki di 737 MAX 8 sampai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air diketahui.
Pesawat Lion Air JT610 yang menggunakan Boeing 737 MAX 8 tersebut baru beroperasi sejak 15 Agustus lalu, atau baru digunakan dua bulan.
" 737 MAX 8 sangat handal, kuat dan lebih kuat dari seri 737 sebelumnya. Jelas ini adalah sebuah bencana besar. Tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah kecelakaan pesawat Lion Air karena masalah dengan pesawat, kesalahan pilot, serangan teroris atau bom, atau masalah pemeliharaan," tutur Boucousis.
" Tapi ini adalah sesuatu yang sangat aneh. Kecelakaan terjadi pada tahap awal penerbangan, padahal cuacanya bagus. Itu hal yang tak biasa," imbuhnya.
Lion Air adalah salah satu klien terbesar Boeing. Lion Air telah mengeluarkan AU$ 22 miliar pada tahun 2011 untuk pembelian 201 unit pesawat Boeing 737 MAX 8.
Virgin Australia mengatakan akan terus memantau perkembangan menjelang jadwal kedatangan 737 MAX 8 pertama pada November tahun depan.
" Kami akan terus memantau hasil insiden jatuhnya pesawat Lion Air, dan jika ada rekomendasi yang keluar dari penyelidikan itu, Virgin Australia akan sepenuhnya patuh dengan menerapkan rekomendasi tersebut," tegas Virgin Australia dalam sebuah pernyataan.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya