Pesawat Lion Air Jatuh, Maskapai Australia Malah yang Cemas

Reporter : Sugiono
Jumat, 2 November 2018 09:01
Pesawat Lion Air Jatuh, Maskapai Australia Malah yang Cemas
Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, telah mendapat perhatian luas dari dunia bisnis penerbangan.

Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, telah mengundang perhatian luas dari dunia bisnis penerbangan.

Salah satu yang merasa perlu memonitor perkembangan terbaru dari pesawat Lion Air yang jatuh pada 29 Oktober 2018 itu adalah maskapai Virgin Australia.

Mengapa Virgin Australia sampai perlu memantau tragedi kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air itu? Jawabannya sederhana saja. Rupanya, perusahaan penerbangan murah (low cost airline) itu memesan pesawat yang sejenis dengan Lion Air JT610 yaitu Boeing 737 Max 8.

Dilansir dari Liputan6.com, Virgin Australia sudah terlanjur memesan 30 unit seri 737 Max 8 dari Boeing, yang dijadwalkan akan tiba pertama pada November tahun depan.

Virgin Australia perlu mengetahui perkembangan tragedi mengerikan itu karena ingin mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat Lion Air. Selama ini penyebab kecelakaan memang masih misteri.

Spekulasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air banyak bermunculan, mulai dari kesalahan pilot, teknisi pesawat Indonesia atau pabrikan pesawat.

Seorang mantan pilot pesawat tempur, Christian Boucousis, mengatakan kepada News.com.au yang dikutip Kamis (1/11/2018), dia bisa mengerti alasan sebagian orang Australia yang mungkin tidak ingin menginjakkan kaki di 737 MAX 8 sampai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air diketahui.

1 dari 1 halaman

Pesawat Lion Air JT610 Baru Digunakan Dua Bulan

Pesawat Lion Air JT610 yang menggunakan Boeing 737 MAX 8 tersebut baru beroperasi sejak 15 Agustus lalu, atau baru digunakan dua bulan.

" 737 MAX 8 sangat handal, kuat dan lebih kuat dari seri 737 sebelumnya. Jelas ini adalah sebuah bencana besar. Tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah kecelakaan pesawat Lion Air karena masalah dengan pesawat, kesalahan pilot, serangan teroris atau bom, atau masalah pemeliharaan," tutur Boucousis.

" Tapi ini adalah sesuatu yang sangat aneh. Kecelakaan terjadi pada tahap awal penerbangan, padahal cuacanya bagus. Itu hal yang tak biasa," imbuhnya.

Lion Air adalah salah satu klien terbesar Boeing. Lion Air telah mengeluarkan AU$ 22 miliar pada tahun 2011 untuk pembelian 201 unit pesawat Boeing 737 MAX 8.

Virgin Australia mengatakan akan terus memantau perkembangan menjelang jadwal kedatangan 737 MAX 8 pertama pada November tahun depan.

" Kami akan terus memantau hasil insiden jatuhnya pesawat Lion Air, dan jika ada rekomendasi yang keluar dari penyelidikan itu, Virgin Australia akan sepenuhnya patuh dengan menerapkan rekomendasi tersebut," tegas Virgin Australia dalam sebuah pernyataan.(Sah)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham