Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru, Korban Tewas 40 Orang

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 15 Maret 2019 14:54
Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru, Korban Tewas 40 Orang
Para korban sedang melaksanakan sholat Jumat ketika penembakan terjadi.

Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengkonfirmasi sekitar 40 orang meninggal dalam insiden penembakan dua masjid di Kota Christchurch. Sepuluh orang tewas di Masjid Linwood dan 30 lainnya di Masjid Al Noor di Deans Ave.

Penembakan terjadi sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Saat itu, dua masjid tersebut sedang menggelar sholat Jumat. 

Dikutip dari New Zealand Herald, Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. Tingkat Keamanan Nasional pun dinaikkan pada level tertinggi.

Departemen Pertahanan mengerahkan lebih banyak polisi ke Christchurch. Empat orang ditahan terkait insiden ini, tiga orang pria dan satu wanita.

 

1 dari 5 halaman

Insiden Sangat Tragis

Komisioner Polisi, Mike Bush, melaporkan para pelaku sempat melakukan perlawanan ketika ditangkap. Sejumlah IED yang tersemat di kendaraan telah dijinakkan oleh tim Departemen Pertahanan.

" Insiden ini membawa dampak yang signifikan. Sangat-sangat tragis. Ada banyak orang yang terpengaruh," kata Bush.

Tetapi, Bush mengatakan pihaknya belum mengantongi identitas para korban. Dia juga menyatakan tidak akan menganggap tidak ada lagi pelaku.

Secara terpisah, PM Australia, Scott Morrison mengkonfirmasi salah satu pelaku berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Selandia Baru. Morrison mengaku terkejut begitu mendapat informasi mengenai serangan tersebut.

" Kami berdiri di sini dan sangat mengecam serangan yang terjadi hari ini oleh kelompok ekstremis, sayap kanan, dan teroris," kata Morrison.

" Dia sudah merampas nyawa dalam serangan ganas, yang oleh banyak warga Selandia Baru disebut serangan pembantaian," kata dia.

2 dari 5 halaman

Penembakan di Masjid Selandia Baru, 3 WNI Selamat, 3 Hilang

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, telah mendapat laporan dari Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya terkait penembakan di Masjid Al Noor Christchurch.

Menurut dia, penembakan itu terjadi pukul 13.40 waktu setempat, saat umat Islam di sana sedang melaksanakan sholat Jumat.

" Informasi yang kita kumpulkan, informasi awal, terdapat 6 Warga Negara Indonesia yang berada di masjid tersebut," kata Retno, dikutip dari Liputan6.com.

Tiga WNI berhasil menyelamatkan diri. Dia kini tengah mencari informasi mengenai kondisi tiga WNI lainnya.

" Kita sedang mencari tiga WNI yang lainnya, dapat saya sampaikan di Christchurch ada sekitar 330 WNI, 130 di antaranya adalah pelajar itu mendengar ada insiden penembakan tersebut, KBRI sudah menerjunkan tim protokel konsuler," kata Retno.

Terkait motif pelaku, Retno menjelaskan belum mendapat informasi terbaru. Dia berharap bisa secepatnya menghubungi tiga WNI yang belum ditemukan.

" Sampai sekarang belum diperoleh informasi dan mudah-mudahan kita berdoa, agar kita bisa mengontak tiga WNI yang lainnya," ucap dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Rizki Akbar Hasan)

3 dari 5 halaman

Pelaku Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru Teridentifikasi

Dream - Dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, menjadi sasaran penembakan. Dilaporkan banyak korban tewas dalam insiden ini.

Harian New Zealand Herald melaporkan pelaku teridentifikasi sebagai Brenton Tarrant, pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Tarrant cukup aktifi media sosial. Dia bahkan sampai menyiarkan langsung aksinya lewat Facebook.

Siaran dimulai ketika Tarrant mengendarai mobil menuju Masjid Al Noor di Deans Ave lalu memarkirkan mobilnya. Tarrant kemudian mengambil senapan serta amunisinya yang diletakkan di bangku penumpang sebelah sopir.

Setelah itu, Tarrant keluar mobil dan berjalan menuju masjid. Korban pertama yang ditembak pelaku adalah seorang pria yang berada di pintu utama.

Senapan yang digunakan Tarrant penuh dengan tulisan putih. Beberapa tulisan yang terbaca tampak seperti nama-nama orang.

4 dari 5 halaman

Menembak dengan Membabi Buta

Tarrant kemudian masuk masjid dan mulai menembak secara membabi buta. Korban kedua terjatuh di lantai dan berusaha merangkak menyelamatkan diri, namun tetap ditembaki beberapa kali.

Setelah menalukan penembakan, Tarrant berdiri di ujung lorong untuk mencegah kemungkinan adanya orang yang melarikan diri. Orang-orang yang meringkuk di dalam masjid ditembaki tanpa belas kasihan.

Kemudian, pelaku menuju sejumlah ruangan dan kembali melancarkan tembakan. Dia sempat berhenti beberapa kali untuk mengisi amunisi.

Sekitar tiga menit di dalam, pelaku keluar dan kembali menembaki masjid dari arah jalan. Dia juga menembaki sejumlah mobil yang melintas di dekat masjid.

5 dari 5 halaman

Sempat Ambil Amunisi di Mobil

Pelaku lalu menuju berlari menuju mobil vannya yang terparkir di dekat masjid. Bukan untuk kabur, namun mengambil amunisi tambahan.

Dia masuk lagi ke masjid untuk memastikan tidak ada orang selamat. Pelaku kemudian menembaki orang yang tergeletak di lantai.

Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan masih namun tetap menembak seorang wanita di jalanan. Dia lalu masuk ke mobil dan langsung kabur.

Menurut laporan yang beredar, korban tewas dalam dua insiden bersamaan itu antara sembilan dan 27 orang. Hingga saat ini, belum ada data resmi dari otoritas setempat mengenai jumlah pasti korban insiden tersebut.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie