Video Ledakkan Dahsyat Van Diduga Bom di Sri Lanka, Perekam Terhempas!

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 23 April 2019 09:01
Video Ledakkan Dahsyat Van Diduga Bom di Sri Lanka, Perekam Terhempas!
Ledakan begitu dahsyat.

Dream - Kepolisian Sri Lanka mengamankan sebuah van berwarna putih yang diduga berisi bahan peledak.

Dilaporkan jurnalis CNN, Ivan Watson, van tersebut berada di dekat Gereja St Anthony di Colombo, Sri Lanka. Gereja tersebut merupakan salah satu gereja yang menjadi sasaran teroris pada Minggu, 21 April 2019.

Dalam video yang diunggah di Twitter, ledakan dari van itu begitu dahsyat. Seorang petugas keamanan dilaporkan terhempas akibat daya ledak tersebut.

Polisi sebelumnya telah mensterilkan area tersebut dan membuat jarak yang aman dari lokasi ledakan van.

 

1 dari 2 halaman

MUI: Jangan Kaitkan Teror Bom Sri Lanka dengan Agama Pelaku

Dream - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, meminta masyarakat dunia untuk tidak mengkaitkan teror bom gereja di Sri Lanka dengan ajaran agama manapun.

" MUI meminta masyarakat dunia untuk tidak mengkaitkan tindakan yang tidak beradab ini dengan agama para pelakunya, agar masalah tidak melebar ke mana-mana," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Senin 22 April 2019.

Anwar mengatakan MUI mengutuk keras teror bom yang dilakukan saat perayaan Paskah yang merupakan hari besar umat Kristiani. Dia juga tegas menyebut para pelaku tidak bertanggung jawab.

" Ini jelas-jelas merupakan perbuatan tercela dan tidak beradab dan harus ditindak dan dihentikan," ucap dia.

Lebih lanjut, Anwar berharap para pelaku dapat segera tertangkap dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.

" MUI juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para keluarga korban, agar mereka tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini," kata dia.

Serangkaian bom meledak di sejumlah gereja di Sri Lanka pada Minggu, 21 April 2019. Jumlah korban meninggal akibat serangan bom saat perayaan Paskah ini mencapai lebih dari 200 orang. (ism) 

2 dari 2 halaman

Sri Lanka Blokir Facebook, Instagram, dan Youtube

Dream - Pemerintah Sri Lanka membatasi akses layanan media sosial pasca ledakan yang melanda negara itu, Minggu, 21 April 2019. Peristiwa teror yang terjadi saat kebaktian Paskah di tiga gereja itu menewaskan 207 orang dan melukai ratusan orang.

Dalam pernyataan singkat, sekretaris presiden Sri Lanka, Udaya Seneviratne, menyebut, dua media sosial yang diblokir yaitu Facebook dan Instagram. Pemblokiran itu disebut sebagai 'upaya membatasi berita palsu.`

Pemerintah Sri Lanka menyebut layanan media sosial itu akan dipulihkan kembali setelah investigasi atas peristiwa teror mencapai kesimpulan.

Kabar pemblokiran itu diungkapkan penulis, Nalaka Gunawardene. Melalui cuitannya, dia menyebut, aplikasi WhatsApp miliknya juga tak dapat bekerja. Tetapi, ada beberapa kawannya yang masih bisa menggunakan WhatsApp.

Selain itu, akses Youtube di negara itu juga diblokir.

Kepada TechCrunch, juru bicara Facebook, Ruchika Budhraja mengatakan, mendukung penegakan hukum dan menghapus konten yang melanggar standar.

" Kami mengetahui pernyataan pemerintah (Sri Lanka) tentang pemblokiran sementara platform media sosial. Orang-orang mengandalkan layanan kami untuk berkomunikasi dengan orang yang mereka cintai dan kami berkomitmen untuk mempertahankan layanan kami dan membantu pemulihan masyarakat di masa tragis," kata Ruchika.

Seperi Indonesia, saat ini Sri Lanka sedang berjuang untuk menghadapi informasi yang salah. Pemerintah mengeluhkan kabar palsu yang beredar melalui Facebook. (ism)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya