7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kolonel Inf Deddy Suryadi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan mutasi dan promosi di tubuh TNI. Sebanyak 60 perwira tinggi (Pati) TNI yang dimutasi terdiri dari 31 Pati TNI AD, 13 Pati TNI AL, dan 16 Pati TNI AU.
Mutasi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/684/VIII/2021 tanggal 2 Agustus 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Satu diantara Perwira Tinggi TNI yang dipromosikan adalah Kolonel Inf Deddy Suryadi. Namanya pernah dikenal sebagao ajudan dari Presiden Joko Widodo

Komandan Korem (Danrem) 074/Wrt Surakarta ini diangkat menjadi Wakil Komandan Kopassus, pasukan elite TNI AD. Posisinya menggantikan Brigjen TNI Tri Budi Utomo yang dimutasi menjadi Komandan Paspampres.
Dengan promosi ini, pangkat Deddy Suryadi bakal dinakkan menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu.
Dikutip dari laman resmi Korem 074 Warastratama, Deddy Suryadi yang lahir pada September 1973 merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1996.
Kariernya dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 22 Grup 2/Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Prestasinya di pasukan elite TNI AD itu membuat kariernya merangkak naik hingga menjadi Komandan Grup 2/Kopassus di tahun 2016-2017.
Pasca Grup 2 Kopassus, Deddy Suryadi dipercaya masuk ke Istana untuk menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Posisi itu dipegangnya selama dua tahun, yakni dari 2017 hingga 2019.
Setelah berada di ring satu, karier Deddy Suryadi semakin moncer dan membawanya menjadi Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta (Solo), Jawa Tengah pada Maret 2021 lalu.
Jabatan ini hanya dipegangnya selama 4 bulan hingga akhirnya dipercaya Panglima TNI untuk menjadi orang nomor dua di jajaran pasukan elite TNI AD sebagai Wadanjen Kopassus.
Berikut detail riwayat jabatan dan pendidikan Kolonel Inf Deddy Suryadi:
Riwayat Jabatan:
- Danyon 22 Grup 2/Kopassus
- Dandenma Kopassus
- Dandim 0623/Cilegon (2014—2016)[2]
- Dangrup 2/Kopassus[3] (2016—2017)
- Ajudan Presiden RI (2017—2019)
- Pamen Denma Mabesad (2019—2020)
- Kepala Staf Korem 061/Suryakancana (2020—2021)
- Komandan Korem 074/Warastratama (2021—Sekarang)
Riwayat Pendidikan:
- Akademi Militer (1996)
- Sesarcab Infanteri (1996)
- Komando
- Diklapa I
- Selapa II
- Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (Lulusan Terbaik Susreg XLVII 2010)
- Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) (2019)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?