BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Sidang isbat yang dgelar oleh Kementerian Agama, Senin 3 Juni 2019, memutuskan bahwa 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. Seluruh petugas pemantau hilal di seluruh titik menyatakan tidak melihat bulan baru.
Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, tim falakiyah Kemenag telah memaparkan bahwa posisi hilal dari seluruh Tanah Air berada antara minus 1 derajat 26 menit sampai dengan minus 0 derajat 5 menit.
" Itu artinya dari seluruh wilayah Tanah Air kita posisi hilal berada di bawah ufuk," tutur Lukman di Gedung Kementerian Agama.
Dalam sidang isbat yang digelar sore ini, tambah Lukman, petugas rukyat tersumpah Kemenag yang memantau di lebih dari 105 titik dari Aceh sampai Papua menyatakan tidak melihat hilal. " Seluruh provinsi punya tim rukyah, yang dilaporkan 33 perukyah dari 33 provinsi yang menyatakan tidak satupun di antara mereka yang melihat hilal."
Berdasarkan penghitungan posisi hilal dan hasil pemantauan tim perukyah, maka diputuskan bahwa bulan ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. " Itu artnya, Selasa kita masih berpusasa. Dengan demikian 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019," tutur Lukman.
Dream - Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, mengatakan, pada Senin 3 Juni 2019 hilal tidak tampak atau tidak teramati di seluruh Indonesia.
" Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," ujar Cecep dalam pemaparan data posisi hilal di Kementerian Agama, Jakarta.
Dengan tidak adanya referensi ketampanan hilal, Cecep menyebut berdasarkan hasil hisab 1 Syawal 1440 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. " Secara hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu. Ini informasi, konfirmasinya menunggu hasil sidang isbat, menunggu hasil laporan rukyat," uca dia.
Menurut dia, berdasarkan kesepakatan Muzakarah Rukyat dan Takwim Islam negara-negara anggota MABIMS (Forum Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dinyatakan sudah tampak apabila berada pada ketinggian dua derajat atau lebih.
Sementara, pengamatan di Pelabuhan Ratu pada Rabu, 3 Juni 2019 tinggi hilal berada di minus tinggi hilal: minus 0,56 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 2,94 derajat; umur minus 40 menit 6 detik.
" Bulan terbenam dalam waktu 3 menit 6 detik sebelum matahari terbenam," kata dia.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
