Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pengungsi Rohingya Di Aceh (Antara/ Syifa)
Dream - Pengungsi Rohingya sangat bersyukur bisa diselamatkan dari laut dan dibawa ke Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Sehingga, mereka bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
"Kami bersyukur kepada Tuhan, kami diselamatkan dan dibawa ke negara muslim," kata Muhammad Yunus, salah satu pengungsi Rohingya di Aceh, sebagaimana dikutip Dream dari The Star, Kamis 18 Juni 2015.
Yunus diselamatkan oleh nelayan Aceh pada 10 Mei silam. Dia terkatung-katung di atas kapal. Terombang-ambing ombak lautan bersama 580 pengungsi lainnya. "Masyarakat di sini sangat baik dan membantu kami, mereka melihat pengungsi Rohingya sebagai saudara."
Yunus masih terkenang pengalaman pahitnya saat masih hidup di Myanmar tahun 2012. Kala itu, sekolah Islam tempatnya menuntut ilmu dihancurkan kelompok lain. Dia mengatakan, jika tak melarikan diri, maka tak mungkin bisa beribadah dengan tenang. Sebab, masjid-masjid di kampungnya dihancurkan dan aparat keamanan selalu mencegat mereka di tengah jalan.
Pria berusia 35 tahun ini telah bertahun-tahun hidup di pengungsian di Bangladesh. Namun akhirnya memutuskan untuk kabur hingga diselamatkan oleh nelayan Aceh.
Pengungsi Rohingya lainnya, Muhammad Shorif, mengatakan sangat bahagia berada di Aceh. Meski remaja 16 tahun ini mengaku sangat rindu dengan sang bunda yang berada di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh. "Saya rindu masakan ibu di kamp pengungsian," kata Shofir.
Kini, pengungsi Rohingya bisa beribadah dengan tenang. Mereka bisa salat berjamaah. Dibanjiri berbagai bantuan untuk berbuka puasa dan juga makan sahur. Mereka bisa berbahagia. Tapi, "Saya rindu istri dan anak-anak saya," kata Yunus.
Anda tergerak membantu? Salurkan Sumbangan Anda DISINI
Baca Juga: Tangis Warga Aceh untuk Rohingya: Kami Sayang Mereka Warga Sumatera Barat Siap Muliakan Pengungsi Rohingya Malala Desak Pemimpin Dunia Selamatkan Muslim Rohingya Tangis Peggy Melati Sukma untuk Hafiz Pengungsi Rohingya Bantu Rohingya, Indonesia Semoga Tiru Kaum Anshor `Hati Saya Serasa Diaduk-aduk` Kenduri untuk Rohingya
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya