Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peggy Melati Sukma Dan Subiah (ACT)
Dream - Tangis artis Peggy Melati Sukma pecah saat mendengar kisah seorang gadis pengungsi Rohingya di Aceh Utara. Penggagas Majelis Inspirasi Akhwat Bergerak itu memeluk erat tubuh perempuan muda yang tengah bertutur tentang kisah hidupnya itu.
Subiah. Itulah gadis Rohingya yang membuat air mata Peggy terburai. Gadis itu merupakan penghafal 30 juz Alquran. Kepada Peggy, dia berkisah tentang perjuangan menghafal Kitab Suci. Di negeri asalnya, Subiah harus sembunyi-sembunyi saat menghafal Alquran.
Kisah Subiah benar-benar menyentuh hati. Tak hanya Peggy. Segenap relawan yang hadir kala itu juga terharu. Di penghujung pertemuan itu, Subiah melantunkan beberapa ayat hafalannya. Lantas ditutup dengan doa mengharap keselamatan bagi seluruh muslim Rohingya.
Peggy mengunjungi tiga posko pengungsi Rohingya, selama 27 hingga 28 Mei 2015. Selama kunjungan itu, dia tak canggung untuk berinteraksi dengan para pengungsi. Dia bahkan tak sungkan untuk menggendong beberapa anak Rohingya yang sesekali mendekatinya.
Artis sinetron 'Gerhana' yang populer dengan kata " pusing" ini juga mengapresiasi warga Aceh yang telah menolong muslim Rohingya. " Selalu ada hikmah di balik kejadiaan. Semoga setiap pertolongan yang telah kita lakukan kepada sesama hamba Allah SWT akan membawa berkah maupun pertolongan untuk kita semua di dunia maupun di akherat kelak," kata Peggy.
Dalam kunjungan itu pula Peggy mewakili komunitas Urban Syar'i Project dan KIPAS (Karyawan Indonesia di Perth Australia) untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya. " Saya sangat berharap mereka akan mendapatkan pengakuan dalam bentuk warga negara. Dan memiliki kehidupan yang baik, damai, dan aman layaknya kita semua warga Indonesia," harap Peggy.
Baca kisah perjalanan mengharukan Peggy di sini. (Ism) Baca Juga: Memuliakan Rohingya di Bumi Aceh Kisah Heroik Penyelamatan Rohingya: Allahu Akbar, Allahu Akbar Hanya Ada Satu Solusi Selamatkan Etnis Rohingya Pengungsi Rohingya, Dihalau Militer Berjuang di Laut Lepas Kisah Dramatis Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya Hijaber Malaysia Bantu Pengungsi Rohingya di Aceh Derita Rohingya, Ditolak Malaysia Diselamatkan Nelayan Aceh Derita Pengungsi Rohingya Filipina Hanya Mau Tampung Pengungsi Rohingya Berdokumen Resmi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya