Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warga Aceh Dan Pengungsi Rohingya Saat Kenduri (ACT)
Dream - Lapangan di Kuala Langsa itu riuh. Ratusan orang meriung di bawah tenda-tenda. Tak hanya warga Aceh. Banyak dari mereka adalah orang Rohingya, yang menghuni kamp pengungsian di sana.
Ya, pada Sabtu siang, 6 Juni 2015, warga Aceh melebur dengan para pengungsi Rohingya. Mereka bersuka cita dalam acara " Kenduri dan Tausyiah" . Tak hanya masyarakat, para petinggi wilayah juga bergabung dalam kebersamaan itu.
" Pertama kami ingin memuliakan tamu, apalagi kita saudara seiman," kata Ketua Majelis Ulama Nangroe Aceh (MUNA) Kota Langsa, Tengku (Abi) Zainal Abidin, sebagaimana dikutip Dream dari laman Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin 8 Juni 2015.
" Kami orang Aceh juga ada misaweuk (kenduri) untuk awal-awal Ramadan dan sekarang kami adakan ini bersama dengan pengungsi Rohingya. Doa kita bersama untuk saudara Rohingya kiranya dapat tempat yang lebih layak atau bisa diakui kewarganegaraannya di negeri asalnya," tambah dia.
Menariknya, tausiyah dalam acara ini disampaikan oleh duo ustaz. Masing-masing dari Langsa dan perwakilan pengungsi. Duet ini kian menebar kuatnya aura ukhuwah beda bangsa. Akhirnya, kenduri dan ramah tamah menjadi menu penutup yang ditunggu-tunggu. Semua hadirin menyantap makanan dengan lahap dan penuh kebahagiaan.
Kari daging sapi selalu menjadi menu favorit yang sangat disukai pengungsi. Pilihan menu ini bukan hanya sekadar memenuhi selera lidah para pengungsi, namun juga mempertimbangkan kebutuhan gizi untuk para pengungsi yang berbulan-bulan terombang-ambing di tengah lautan ini. Agar tubuh ‘kering’ mereka lebih bugar dan berisi kembali. Baca Juga: Bantu Rohingya, Indonesia Semoga Tiru Kaum Anshor Lelang Batu Safir demi Bantu Rohingya Tangis Peggy Melati Sukma untuk Hafiz Pengungsi Rohingya Bocah-bocah Pengungsi Rohingya Itu Hafiz Quran Memuliakan Rohingya di Bumi Aceh Kisah Heroik Penyelamatan Rohingya: Allahu Akbar, Allahu Akbar Hanya Ada Satu Solusi Selamatkan Etnis Rohingya Pengungsi Rohingya, Dihalau Militer Berjuang di Laut Lepas Kisah Dramatis Nelayan Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya Hijaber Malaysia Bantu Pengungsi Rohingya di Aceh
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya