Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
(Foto: East2West)
Dream - Seorang wanita Rusia meninggal secara tragis akibat kesalahan fatal yang dilakukan klinik yang merawatnya.
Ekaterina Fedyaeva tewas setelah dokter keliru memasang kantong infus yang mengandung formalin.
Wanita 27 tahun itu dilaporkan selesai menjalani operasi di sebuah klinik di Ulyanovsk, Distrik Federal Volga, Rusia.
Saat itu, dokter bermaksud mengganti kantong infus Ekaterina dengan cairan yang mengandung garam.
Namun dokter rupanya salah memasang infus yang mengandung formalin yang biasa digunakan untuk mengawetkan jenazah.
" Ini jelas-jelas sebuah pembunuhan. Cairan di kantong infus telah mengikis tubuhnya dari dalam," kata ibu korban yang bernama Galina Baryshnikova dengan nada marah.
Baryshnikova menambahkan putrinya sangat menderita sebelum koma akibat dari kesalahan klinik itu.
" Kakinya bergerak tak beraturan. Dia mengalami kejang-kejang, seluruh tubuhnya gemetar," kata Baryshnikova, seperti dikutip The Sun.
" Aku memasang kaus kaki, jubah, hingga selimut. Tapi dia tetap menggigil dengan hebat. Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya," ujar Baryshnikova.
Baryshnikova menambahkan bahwa para dokter pada awalnya menyembunyikan kesalahan mereka. Baryshnikova yang tidak tahu apa yang terjadi terus meminta para dokter untuk berbuat sesuatu untuk putrinya.
Tetapi kesalahan para dokter di klinik tersebut akhirnya terbongkar. Baryshnikova bertemu sekelompok dokter lain yang tidak setuju penyebab kondisi Ekaterina tetap disembunyikan dari orang tua dan keluarganya.
Seorang dokter kemudian mengakui bahwa klinik telah membuat kesalahan, meskipun dia tidak secara khusus mengungkapkan penyebab kondisi Ekaterina.
" Selama 14 jam setelah dioperasi, dia harus mengonsumsi formalin ini dan mereka tidak melakukan apa pun," kata Baryshnikova tentang para dokter di klinik yang tak disebutkan namanya itu.
The Sun melaporkan Baryshnikova dan suaminya, Igor, baru mengetahui kesalahan itu setelah Ekaterina dipindahkan ke klinik lainnya.
Ekaterina kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Moskow, di mana dia akhirnya meninggal. Penyelidikan unsur kriminal atas penyebab kematian Ekaterina dilaporkan sedang berlangsung.
Laporan tersebut tidak menyebutkan mengapa Ekaterina menjalani operasi di klinik di Ulyanovsk itu. Wanita malang itu akhirnya dimakamkan pada 7 April lalu.
(Sah/Sumber: Foxnews.com)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha