Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Facebook/@haramain.info
Dream - Kasus Covid-19 di Arab Saudi mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu pemicunya adalah varian Omicron.
Kondisi ini membuat Saudi memperketat aturan masuk. Seluruh kedatangan dari luar negeri, khususnya untuk umroh, diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif PCR atau antigen meskipun sudah mendapatkan vaksinasi lengkap serta booster.
Keputusan ini diumumkan Kementerian Haji dan Umroh Saudi pada Senin, 7 Februari 2022. Tetapi resmi berlaku pada Rabu, 9 Februari 2022 pukul 01.00 WIB.
Kementerian menyatakan semua orang yang datang dari luar Saudi harus mencantumkan hasil negatif tes PCR atau Antigen dengan sampel yang diambil 48 jam sebelum mendarat. Syarat ini melengkapi status vaksinasi.
Kementerian mengatakan pembatasan baru ini diberlakukan sejalan dengan tindak lanjut terus-menerus terhadap situasi epidemiologis lokal dan global.
Selain itu sebagai bagian dari langkah-langkah yang diambil Saudi untuk menangani penyebaran Covid-19 dan menjaga kesehatan masyarakat, dikutip dari Saudi Gazette.
Dream - Jemaah umroh Indonesia mendapat pujian dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan umroh. Rombongan Indonesia dinilai begitu disiplin saat berumroh, khususnya persoalan dokumen.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengatakan apresiasi ini didapat setelah pihaknya berkomunikasi otoritas Saudi.
" Alhamdulillah, hasil dari komunikasi Kementerian Agama dengan Menteri Haji Arab Saudi, bahwa update di Arab Saudi tidak ada jemaah umroh yang bermasalah dokumennya," ujar Hilman.
Hilman mengatakan koordinasi intensif terus dijalan dengan Saudi. Koordinasi ini menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan umroih di tengah pandemi sesuai prosedur berlaku baik Indonesia maupun di Saudi.
Selanjutnya, Hilman menjelaskan dokumen para jemaah umroh Indonesia telah divalidasi Saudi dan dinyatakan asli serta lengkap. Sehingga jemaah bisa menjalankan umroh dengan tenang.
" Dokumen jemaah umroh, Alhamdulillah, aman semua dan mereka dapat menjalankan ibadah umroh sesuai prosedur," ucap Hilman.
Lebih lanjut, pihaknya terus berkomitmen untuk merawat kepercayaan yang diberikan Saudi. Kemenag, kata dia, siap mengawal agar jemaah umroh Indonesia selau disiplin dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
" Kita akan terus pupuk dan terus berkomunikasi secara intensif, baik di dalam atau luar negeri sehingga jemaah umroh dapat terus menjalankan ibadah sesuai prosedur," kata dia, dikutip dari Kemenag.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
