Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Perjanjian Damai GP Ansor Dengan Alfian Tanjung (Istimewa)
Dream - Alfian Tanjung menyampaikan permintaan maaf karena telah menyampaikan ujaran kebencian dengan menyebut pengurus Ansor, Banser, dan NU sebagai anak keturunan PKI. Permintaan maaf itu disampaikan di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta.
Permintaan maaf itu disampaikan dalam nota perjanjian damai yang ditandatangani Alfian dan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Perjanjian damai tersebut terdiri atas lima poin.
Poin pertama kesepakatan perjanjian tersebut menyebutkan Alfian secara tulus dan sadar mengakui kesalahan dan dampaknya terhadap Ansor, Banser, dan NU. Kedua, tergugat dalam hal ini Alfian bersedia menggelar konferensi pers permintaan maaf dengan mengundang media.
"Ketiga, tergugat berjanji untuk senantiasa menjaga dan mengangkat harkat serta marwah Ansor, Banser, dan NU," ujar Sekjen PP GP Ansor Abdul Rochman membacakan poin perjanjian damai yang diterbitkan Rabu, 23 September 2020.
Keempat, tergugat bersedia membayar ganti rugi senilai Rp9.999.999. Sedangkan poin kelima, penggugat dalam hal ini GP Ansor bersedia memaafkan dengan catatan tergugat tidak lagi mengulangi kesalahannya.
"Uang ganti rugi dari tergugat senilai Rp9.999.999, seluruhnya akan disalurkan ke kas Masjid KH Abdurrahman Wahid, Jl Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat," kata Adung, sapaan akrab Abdul Rochman.
Jika di kemudian hari Alfian terbukti mengulangi perbuatannya, Abdul Rochman menyatakan, GP Ansor akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana.
Sementara itu Alfian menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang telah menyinggung Ansor, Banser, dan NU.
"Saya meminta maaf sebagai ucapan persaudaraan sesama muslim. Karena sesungguhnya sesama mukmin itu bersaudara dan jika terjadi perselisihan harus segera diselesaikan dengan cara-cara damai," kata Alfian.
Permintaan maaf tersebut disambut baik oleh Adung. Dia berharap, hal serupa tidak lagi terjadi di masa yang akan datang.
"Atas permintaan maaf itu, tentu kita juga menerima karena yang kita ingin sesungguhnya adalah kehidupan yang tetap rukun dan damai. Apalagi kita disatukan oleh satu pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang sama," kata dia.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS