Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Ini Pura-pura Mengaku Mualaf Untuk Menipu Imam Dan Ustaz. (Foto: Harian Metro/Freepik.com)
Dream - Sebagai warga Muslim, kehadiran 'saudara' baru tentunya menjadi kabar yang baik. Namun ternyata ada segelintir orang memanfaatkan gelar 'mualaf' sebagai jalan untuk menarik simpati dan melakukan penipuan.
Seorang imam masjid Seksyen 5 Kota Damansara di Selangor, Malaysia, menjadi korban penipuan dari seorang pria dan temannya yang mengaku baru saja memeluk Islam.
Akibat ulah yang biadab ini, imam masjid berusia 38 tahun itu pun mengalami kerugian keuangan yang nilainya cukup banyak.
Dalam kejadian yang berlaku pada 1 Februari lalu, tersangka dilaporkan bertemu dengan imam masjid tersebut untuk meminta bantuan keuangan.
Kepada imam tersebut, pelaku mengatakan akan menyelesaikan masalah kartu kreditnya karena telah diblokir oleh pihak bank.
Kepala Polis Daerah Petaling Jaya, Asisten Komisioner Nik Ezanee Mohd Faisal, mengatakan tersangka telah bertemu dengan korban beberapa kali untuk meminta uang.
" Korban dengan niat mau membantu, menyerahkan uang sebesar 450 ringgit (Rp1,6 juta) kepada tersangka sebelum mengatakan akan pergi ke Terengganu," kata Nik Ezanee.
Begitu tiba di Terengganu, tersangka meminta uang lagi ke korban untuk mempercepat proses pengaktifan kartu kreditnya yang diblokir.
" Tanpa curiga, korban kembali mengirim uang sebesar 650 ringgit (Rp2,3 juta) kepada tersangka," tambah Nik Ezanee.
Setelah proses transfer tersebut berhasil, korban mengaku tersangka sulit dihubungi. Dia menduga nomor telepon miliknya telah diblokir oleh tersangka.
Korban baru menyadari kejadian yang sama juga menimpa orang lain dengan modus serupa. Kabar penipuan berkedok mualaf ini bahkan viral di Facebook.
Disebutkan bahwa dalam beberapa aksinya, para tersangka dilaporkan sudah menipu banyak imam masjid dan ustaz di wilayah Selangor.
Korban kemudian secara tidak sengaja bertemu pelaku sekali lagi pada 20 September lalu. Korban menduga pelaku ingin melakukan kejahatan yang sama.
Tindakan pelaku akhirnya terbongkar setelah ditahan bersama temannya di halaman Surau Mutiara Damansara pada 21 September oleh jemaah sebelum diserahkan ke polisi.
" Hasil pemeriksaan menyebutkan tersangka memiliki dua catatan kriminal yang sama dan sekarang ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Nik Ezanee.
Sumber: Lobak Merah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya