Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pelaku Pembunuhan Dan Mutilasi Kalibata City (pojoksatu.id)
Dream - Makmuri, 60 tahun, ayah Laeli Atik Supriyatin, salah satu pelaku mutilasi di Apartemen Kalibata City, tak bisa menahan air matanya.
Makmuri menangis kala menceritakan masa kecil sang anak yang kini terancam hukuman mati atas pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi Haley Wismanu.
Dilansir oleh pojoksatu.id, Makmuri mengisahkan masa kecil Laeli yang sekalipun tidak pernah menuntut orangtuanya untuk membelikan apapun.
Laeli disebut sangat menyadari kondisi orangtuanya yang bukan dari kalangan berada. “ Mungkin kalau dari kecil saya ceritain, saya tidak kuat,” ujarnya, Selasa 22 September 2020.
Makmuri juga menyebut anak ke empat dari tujuh bersaudara itu merupakan sosok penurut dalam keluarga.
“ Itu nurutnya ya Allah, nurut betul-betul. Mungkin kalau zaman sekarang orang sekolah pakai tas, dia pakai tas kresek saat SD kelas 1,” ungkapnya.
“ Coba Bayangin. Pakai tas keresek, nurut, nggak nangis, nggak apa,” sambungnya.
Setelah selesai sekolah, Laeli juga tidak pernah bergaul.
" Waktu SMA, kalau temenanya datang mau minjem buku, terkadang teman lelaki, itu cuma dari pintu saja ngasihnya," tutur Makmuri sambil meneteskan air mata.
Menurut Makmuri, Laeli merupakan anak yang patuh kepada orangtua dan kakak-kakaknya. Laeli juga rajin dan selalu berprestasi selama di bangku sekolah.
Sejak bersekolah di SDN Kesuben, SMPN Lebaksiu hingga SMAN 3 Slawi, Laeli tak pernah absen menjadi yang berprestasi di sekolah dan kelasnya.
“ Di sekolah selalu dapat ranking. Paling tidak ranking tiga besar,” ujar dia.
Prestasinya yang menonjol di sekolah membuat Laeli diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI) melalui jalur prestasi atau Bidikmisi.
“ Anaknya memang rajin dan pintar. Waktu sudah kuliah, siang dia kuliah, malamnya mengajar private atau les buat tambah-tambah,” tutur Makmuri.
Makmuri mengungkap, Laeli juga sudah putus kontak dengan keluarganya sejak sekitar 1,5 tahun.
“ Sudah 1,5 tahun Laeli putus kontak dengan saya dan kakaknya. Bahkan, sudah dua tahun ini Laeli tidak pulang kampung,” bebernya.
Sejak putus kontak itu, keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Laeli di Jakarta.
Terakhir kali upaya pencarian itu dilakukan Makmuri pada Idul Adha lalu.
“ Saya sudah berusaha nyari. Namanya orang tua, apa saja lah saya lakuin, yang penting anak saya bisa pulang,” ujarnya.
“ Tapi ternyata tidak bisa. Tidak ada alamatnya jadi susah,” ungkap dia.
Makmuri mengaku, kali pertama mengetahui Laeli jadi pelaku mutulasi setelah mendapat kabar dari kakak Laeli yang juga tinggal di Jakarta.
“ Pertama dengar berita itu kaget. Saya tahunya waktu kakak-kakaknya pada telepon,” kata dia.
“ Mereka pada nangis semua, saya juga nangis terus kalau mikirin itu,” tandasnya.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya