Polah Menggemaskan Fahad, Putra Syekh Ali Jaber Fasih Berbahasa Arab

Reporter : Amrikh Palupi
Rabu, 23 September 2020 14:01
Polah Menggemaskan Fahad, Putra Syekh Ali Jaber Fasih Berbahasa Arab
Sebagai anak yang dilahirkan di Indonesia, Fahad menggunakan tutur kata bahasa Arab yang memang menjadi bahas ibu saat berada di rumah.

Dream - Pendakwah Syekh Ali Jaber menjadi perhatian sekaligus membangkitkan simpati setelah menjadi korban penusukan saat berdakwah di Lampung. Sejak kasus penusukan, kehidupan pribadi pendakwah asal Madinah ini menjadi sorotan, termasuk keluarganya.

Selain sosoknya yang dikenal sebagai ulama santun dalam berdakwah, putra Syekh Ali Jaber, Fahad Ali Jaber, kini jadi perhatian masyarakat.

Tingkat Fahad sangat menggemaskan ditambah kemampuannya berbahasa Arab yang merupakan bahasa ibunya. Tingkah polah Fahad ini terekam dalam salah satu video yang tayang di channel YouTube Irfan Hakim.

Meski sudah diunggah sejak bulan Mei, namun saat kasus penusukan tersebut mencuat, video itu langsung dibanjiri penonton Youtube Irfan Hakim.

Pintar berbahasa Arab

Syekh Ali Jaber© Syekh Ali Jaber

Pada video Irfan Hakim tampak mahir berbicara dengan bahasa arab. Tak heran, selain seorang pendakwah, sang ayah dulunya adalah warga Madinah sebelum menjadi WNI.

Syeikh Ali Jaber juga membiasakan berbahasa arab saat berbincang dengan keluarganya di rumah. 

Takut boneka

Syekh Ali Jaber© Syekh Ali Jaber

Bocah berambut ikal yang jago berbahasa arab nyatanya takut dengan boneka. Ia bahkan tak mau mendekat saat Irfan sedang berbicara sebagai boneka yang ia pegang. Fahad Ali Jaber bahkan kaget dan berkali-kali mencoba menjauhi boneka tersebut.

Sumber : youtube.com

1 dari 6 halaman

Syekh Ali Jaber Ternyata Punya 'Kembaran', Tak Kalah Tampan dan Berkharisma

Dream - Kasus penusukkan Syekh Ali Jaber pada 13 September 2020 lalu masih menjadi perbincangan hangat. Kasus ini jadi sorotan karena Syekh Ali Jaber bukan ulama sembarangan, melainkan ulama kondang di Indonesia.

Syekh Ali Jaber merupakan anak pertama dari dua belas bersaudara. Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah menekuni membaca Alquran. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Syekh Ali Jaber untuk belajar Alquran.

Dalam mendidik agama, khususnya Alquran dan sholat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Syekh Ali Jaber kecil tidak menjalankan sholat. Keluarga Syekh Ali Jaber memang dikenal sebagai keluarga yang religius.

Sebagai anak pertama, Syekh Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam. Namun ternyata Syekh Ali Jaber bukanlah satu-satunya pendakwah yang sukses di keluarganya. Syekh Ali Jaber memiliki adik yang perawakannya sangat mirip dengannya, bahkan keduanya sering dibilang kembar.

Ia bernama Syekh Muhammad Jaber. Syekh Muhammad Jaber ternyata mengikuti jejak sang kakak menjadi seorang pendakwah. Penasaran dengan potret Muhammad Jaber adik Syekh Ali Jaber? Melansir dari akun Instagram @syekh_muhammad_jaber berikut sosoknya.

2 dari 6 halaman

Bak Anak Kembar

Sebagai sepasang kakak dan adik, Syekh Ali Jaber dan Syekh Muhammad Jaber memiliki paras wajah yang serupa. Bahkan tak jarang publik mengira jika keduanya merupakan saudara kembar.

Namun bagi orang yang mengikuti perjalanan mereka tentu bisa membedakan lebih teliti perbedaan dari keduanya. Melalui akun Instagramnya, Syekh Muhammad Jaber pernah mengunggah sebuah foto dirinya yang disandingkan dengan Syekh Ali Jaber.

Syekh Muhammad Jaber© Foto : Instagram @syekh_muhammad_jaber

"  Ayo tebak, ini orang yang sama atau beda? Satu orang atau dua ya? (emoticon berpikir) Tulis komen nya, siapa yang di kanan siapa yang di kiri?"  tulisnya dalam keterangan foto yang langsung dibanjiri komentar dari masyarakat luas.

3 dari 6 halaman

Pendakwah Seperti Sang Kakak

Syekh Muhammad Jaber juga memiliki profesi yang sama dengan sang kakak. Syekh Muhammad Jaber mengikuti jejak sang kakak menjadi seorang pendakwah.

Syekh Muhammad Jaber© Foto : Instagram @syekh_muhammad_jaber

Pemilik nama asli Muhammad Saleh Jaber ini berdakwah dari pulau satu ke pulau lainnya. Tujuannya tentu menyebarkan agama Islam dan kebaikannya di daerah-daerah. Selain itu juga memperluas dakwah Islam di Indonesia.

4 dari 6 halaman

Ingin Menjaga Sang Kakak

Kabar penusukkan yang terjadi pada Syekh Ali Jaber terdengar juga ke telinga Syekh Muhammad Jaber. Masih dalam perjalanan dakwah ke pulau-pulau dan kampung-kampung membuat Syekh Muhammad Jaber ingin pulang menjenguk sang kakak.

Syekh Muhammad Jaber© Foto : Instagram @syekh_muhammad_jaber

Terlebih di daerah itu terkadang tak ada jaringan untuk menanyakan kondisi terbaru sang kakak. Keinginannya untuk pulang agar bisa selalu dekat dengan Syekh Ali Jaber. Sebagai seorang adik, Muhammad Jaber ingin menjaga sang kakak yang tengah mendapat musibah.

5 dari 6 halaman

Ditahan oleh Syekh Ali Jaber

Namun siapa sangka niatnya untuk pulang ditahan oleh Syekh Ali Jaber. Bukan tanpa alasan yang tak jelas. Syekh Ali Jaber hanya ingin sang adik melanjutkan dan fokus berdakwah saja.

Menurutnya, umat Islam lebih membutuhkan sang adik daripada dirinya. Syekh Ali Jaber juga mengatakan jangan membuat pihak-pihak tertentu berhasil menghentikan dakwah di Indonesia.

Syekh Muhammad Jaber© Foto : Instagram @syekh_muhammad_jaber

"  Tetapi beliau menahan saya untuk pulang dan fokus lanjut dakwah saja, beliau berkata kepada saya umat lebih butuh anda daripada saya ..jangan buat mereka berhasil mencapai tujuan mereka karena tujuan mereka yaitu menghentikan dakwah di Indonesia, Lanjut terus bismillah dan jaga keamanan dan dzikir2 agar di jaga oleh Allah..TAKBIIIR,"  tulis Muhammad Jaber menceritakan pesan sang kakak, Syekh Ali Jaber.

   

6 dari 6 halaman

Doa Tulus Syekh Muhammad Jaber

Kendati tak bisa pulang menjenguk, Syekh Muhammad Jaber tetap mengirimkan doa untuk sang kakak. Doa tulus tak henti-hentinya terucap dari lisannya. Syekh Muhammad Jaber hanya ingin sang kakak selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Syekh Muhammad Jaber© Foto : Instagram @syekh_muhammad_jaber

"  Semoga selalu dalam lindungan Allaah akhiiiiiii @syekh.alijaber (emoticon menangis),"  tulis Syekh Muhammad Jaber.

Sumber : Merdeka.com

Beri Komentar