Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menampung pasien Covid-19.
Salah satunya hotel yang akan dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.
Hal itu disambut baik oleh sejumlah pengelola hotel. Salah satu alasannya, rendahnya okupansi hotel.
Hal itu dibenarkan oleh Manajemen Hotel Sifaana Depok, April. Dia mengatakan hotelnya telah mengajukan kesediaan untuk dijadikan fasilitas isolasi pasien OTG.
" Ya, betul. Yang mengajukan dari perusahaan sekitar 3-4 hari lalu. Dari PHRI Jawa Barat mengajukan ke kita, kita isi data-datanya bersedia, gitu," ujar April, dikutip dari Merdeka.com.
April menjelaskan saat ini okupansi pada hotelnya hanya sekitar 15 persen dari total kamar. Penampungan pasien OTG maupun bergejala ringan Covid-19 diharapkan dapat menutup biaya operasional hotel.
" Ini dari manajemen, kita enggak bisa jawab. Mungkin juga kondisi sekarang ini kan sepi juga, mungkin kalau dipakai itu ada pendapatan lah karyawan kita. Enggak semua (kamar) dipakai," kata April.
Menurut April, sejak pandemi Covid-19, hotel tempatnya bekerja mengalami kerugian. Manajemen hotel tetap harus membayar karyawan sementara tidak ada pemasukan dari tamu.
" Sekarang ini kan kita rugi untuk operasional, bayar karyawan. Sudah turun jauh, hancur, okupansinya cuma 15 persen sekarang," kata April.
Hotel Sifaana memiliki 50 kamar dengan tarif rata-rata Rp300 ribu per malam. Saat ini, kata April, pihaknya menunggu keputusan pemerintah terkait izin pemanfaatan hotel untuk penampungan pasien Covid-19.
" Sampai saat ini belum (ada keputusan). Kayak OTG itu, kita masih berani, mau. Cuma APD-nya yang sulit," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya