Sinyal Positif Penyelenggaraan Umroh untuk Jemaah Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 24 September 2021 10:01
Sinyal Positif Penyelenggaraan Umroh untuk Jemaah Indonesia
Ini ditandai dengan terjadinya sejumlah pertemuan dengan

Dream - Penyelenggaraan umroh untuk jemaah Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif. Ini ditandai dengan sejumlah pertemuan antara menteri dan pejabat Indonesia dengan perwakilan otoritas Arab Saudi.

Salah satunya, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Saudi, Faishal bin Farhan. Dalam pertemuan yang berlangsung di New York, Amerika Serikat itu, Retno meminta Saudi mengevaluasi kebijakan vaksin untuk jemaah umroh.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Firman M Nur, menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut. Dia berharap Saudi dapat mencabut suspen terhadap jemaah umroh Indonesia.

" Alhamdulillah, Menlu Retno secara langsung meminta Kerajaan Saudi meninjau ulang status suspend masuknya jemaah umroh Indonesia, dikarenakan kondisi pandemi di Indonesia sudah sangat membaik," ujar Firman melalui keterangan tertulis.

Sinyal positif juga ditunjukkan Kemenag melalui pertemuan antara Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Khoirizi bersama beberapa pejabat Kemenag dengan Duta Besar Saudi, Essam bin Abed Al Thaqafi. Lewat pertemuan itu, Kemenag menyampaikan kesiapan Indonesia dalam mengirim jemaah umroh seiring membaiknya pandemi.

 

1 dari 5 halaman

Ditambah lagi, pertemuan antara Dubes Essam dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pertemuan ini menguatkan sinyal positif penyelenggaraan umroh bagi Indonesia.

" AMPHURI sangat mengapresiasi tanggapan positif Pemerintah dari usulan kami agar Pemerintah lebih mendalam dan meningkatkan diplomasi untuk memperjuangkan keberangkatan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci," kata Firman.

Saudi sendiri telah mencabut suspen atau penundaan kesempatan masuk bagi WNI untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Tetapi, keputusan tersebut baru berlaku untuk WNI yang memegang izin tinggal (Iqomah), sementara jemaah umroh belum dibolehkan.

" Semoga tidak lama lagi kebijakan tersebut berlaku bagi jemaah umroh," kata dia.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan ucapan selamat kepada Kerajaan Arab Saudi atas peringatan Al Yaum Al Wathani (Hari Nasional) ke-91 yang jatuh pada 23 September 2021. Dia mendoakan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz beserta Putra Mahkota, Pangeran Mohamed bin Salman senantiasa dalam lindungan Allah.

" Semoga Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam memimpin rakyat Saudi menuju negara yang maju dan sejahtera," kata dia.

2 dari 5 halaman

Bertemu Dubes Saudi, Kemenag Harap Suspen Umroh Jemaah Indonesia Dicabut

Dream - Kementerian Agama terus melobi Arab Saudi untuk membuka kemungkinan jemaah Indonesia bisa menjalankan umroh. Hingga saat ini, Saudi belum membuka pintu bagi jemaah umroh asal Indonesia.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi, kembali menemui Duta Besar Saudi, Esham Altsaqafi. Lewat pertemuan itu, Khoirizi mengupayakan agar penundaan bagi Indonesia segera dicabut.

" Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umroh Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci," ujar Khoirizi melalui keterangan tertulis.

Menurut Khoirizi, penanganan Covid-19 di Indonesia terus membaik. Dia juga meyakinkan jemaah Indonesia siap menjalankan seluruh ketentuan yang diberlakukan Saudi, terutama soal protokol kesehatan.

Terlebih, Indonesia masuk dalam lima besar negara pengirim jemaah umroh terbanyak. Sementara lima negara tersebut hingga saat ini belum dapat mengirimkan jemaah umrohnya.

" Ada lima negara pengirim jemaah umroh terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya. Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan," kata Khoirizi.

3 dari 5 halaman

Tanggapan Dubes

Dalam pertemuan tersebut, Esham menegaskan kembali Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia melaksanakan ibadah umroh. Hanya, diperlukan pengaturan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Esham mengaku telah melaporkan kondisi pandemi yang membaik di Indonesia ke otoritas Saudi. Hal itu menjadi pertimbangan Pemerintah Saudi dalam mengambil keputusan.

Selain itu, Esham juga mengatakan meski sudah dibuka sejak Muharram 1443 Hijriah, peminat umroh masih sedikit. Dalam satu hari hanya sekitar 1.000-1.500 jemaah yang melaksanakan umroh disebabkan prosedur yang ketat untuk mencegah meluasnya pandemi.

4 dari 5 halaman

Terus Lobi Saudi, Menlu Retno Minta Kebijakan Vaksin Umroh Ditinjau Ulang

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, terus melobi Arab Saudi. Dia meminta agar kebijakan vaksin untuk jemaah umroh Indonesia ditinjau ulang.

Pernyataan itu dia sampaikan kepada Menlu Saudi, Faisal bin Farhan, di sela Sidang Umum PBB. Retno juga menyatakan kondisi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

" Mengharapkan kiranya data-data tersebut dapat digunakan oleh otoritas Arab Saudi untuk meninjau kembali kebijakan terkait vaksin, umroh, dan lain-lain," ujar Retno, disiarkan kanal MoFA Indonesia.

Retno menekankan pentingnya menjadikan Emergency Use Listing (EUL) atau Daftar Penggunaan Darurat vaksin Covid-19 yang dikeluarkan WHO sebagai rujukan. Sehingga, setiap kebijakan yang diambil dapat dijalankan semua pihak.

 

5 dari 5 halaman

Kewajiban Karantina Dicabut

Saudi memang telah mencabut kewajiban karantina 14 hari untuk pendatang dari sejumlah negara dengan kasus Covid-19 tinggi, termasuk Indonesia. Tetapi, muslim Indonesia yang ingin menjalankan umroh masih terkendala.

Penghapusan karantina tersebut diganti dengan kewajiban vaksinasi dua dosis bagi jemaah umroh. Sedangkan penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm diharuskan mendapatkan booster dengan vaksin Pfizer, AstraZeneca, Moderna, atau Johnson & Johnson.

Seluruh jemaah umroh diharuskan melampirkan sertifikat vaksin saat mengajukan izin ke Saudi. Sedangkan untuk jemaah Indonesia diharuskan melampirkan sertifikat vaksin Sinovac dan vaksin booster atau penguat.

Beri Komentar