Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Mensesneg Pramono Anung (setkab.go.id)
Dream - Kerajaan Arab Saudi menyatakan menyetujui permohonan penambahan kuota jemaah haji tahun 1437 Hijriah atau 2016 Masehi. Kuota haji pada tahun depan ditetapkan bertambah 10.000 jemaah dari tahun ini sebanyak 168.800 jemaah menjadi 178.800 jemaah.
Persetujuan ini diberikan saat pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada Sabtu malam, 12 September 2o15 waktu setempat. Selain persoalan kuota haji, terdapat beberapa pokok pembicaraan, salah satunya terkait rencana investasi Arab Saudi di Indonesia.
" Alhamdulillah, untuk tahun depan mendapatkan tambahan 10.000," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pramono Anung, dikutip Dream dari setkab.go.id, Senin, 14 September 2015.
Pramono mengatakan pertimbangan penambahan kuota ini didasarkan pada banyaknya penduduk muslim Indonesia yang hingga saat ini mendapat jatah antrian mencapai 10 tahun lebih. Sehingga, penambahan kuota ini diharapkan bisa mengurangi masa tunggu antrian.
Meski demikian, Pramono menerangkan kuota yang telah disetujui masih jauh dari harapan. Sebab, Indonesia pernah mendapat kuota mencapai 200.000 jemaah haji pada beberapa tahun sebelumnya.
" Maka dengan demikian harapan Presiden selain tambahan 10.000, dan kita lagi fight lagi minta tambahan, dan mudah-mudahan tahun depan dapat kembali lagi seperti awal sekitar 200.000 untuk kuota kita," ungkap Pramono.
Lebih lanjut, terang Pramono, Presiden Jokowi memiliki niat serius untuk memperbaiki kualitas pelayanan haji. Meski demikian, terkait musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram yang menelan banyak korban, Jokowi meminta hal itu dipandang sebagai bencana alam.
" Tetapi yang lebih utama adalah agar pelayanan haji kita itu dapat ditingkatkan. Walaupun sekarang ini sudah mengalami kemajuan tetapi bahwa ini masih banyak kekurangan untuk melakukan perbaikan," kata Pramono.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?