Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Ilustrasi (http://askteekay.com/)
Dream – Penyesalan memang selalu datang belakangan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan. Ada baiknya melakukan pertimbangan matang sebelum membuat keputusan.
Kisah Mohamad Shahir bin Ahmad Shaimi ini bisa menjadi contoh. Penyesalan atas keputusan bercerai dengan sang istri setelah menjatuhkan talak tiga telah membawanya pada keputusan fatal: bunuh diri.
Jasad Shahir ditemukan, oleh sang ayah, tergantung di ruang tamu kediamannya yang beralamat di Kampung Banir Belikong, Kelantan, Malaysia, pada 16 Oktober 2016 petang waktu setempat.
Kejadian ini diketahui sang ayah sekitar pukul 16.15 waktu setempat, ketika mengintip melalui jendela rumah pria 25 tahun itu. Setelah itu, sang ayah melapor ke Klinik Kesehatan Selising dan petugas klinik menegaskan bahwa anaknya telah meninggal dunia.
Saat pemeriksaan pada mayat Shahir ditemukan ada bekas jeratan pada leher. Selain itu, ditemukan bekas luka pada pergelangan kiri dan kanan.
Menurut penuturan ayah Shahir, anaknya itu sebelumnya sempat berusaha bunuh diri dengan mengiris tangan. Namun karena tidak dalam, dia tetap selamat.
Penyelidikan awal menemukan Shahir memiliki masalah perceraian dengan istrinya yang telah balik ke rumah keluarganya di Kg. Pala Gual Ipoh, Tanah Merah.
© Dream
Menurut sang ayah, Shahir sebenarnya ingin rujuk kembali dengan istrinya. Tetapi pengadilan agama mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena mereka telah bercerai talak tiga.
Beberapa jam sebelum kejadian, sang ayah menyuruh seorang anak lelaki berusia 10 tahun untuk memanggil Shahir ke rumahnya yang berada di samping.
Sang Ayah bermaksud menanyakan masalah rumah tangga itu, karena Shahir sering terlihat tertekan.
© Dream
Pada jam 16.15, karena Shahir belum juga datang, sang ayah mendatangi rumahnya dan mengintip melalui jendela.
Saat itu sang ayah melihat Shahir dalam keadaan tergantung dengan kabel listrik. Ayah Shahir segera meminta bantuan tetangga untuk menurunkan mayat anaknya itu.
Shahir diduga memanjat ranjang susun yang berada di ruang tamu dan mengikat kabel listrik pada lehernya dan kayu alang rumah kemudian melompat turun.
Kepala Polisi Daerah Pasir Puteh, Deputi Superintendan Abdul Rozak Mohamad, mengatakan Shahir dilaporkan mengalami stres setelah bercerai.
" Di tubuh korban tidak ditemukan ada unsur kejahatan dan kematian korban karena bunuh diri," katanya.
Mayat Shahir kemudian dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Tg. Anis Pasir Puteh untuk otopsi.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?