Tapak Kaki Rasulullah di Museum Mursyid Thariqat Ja'fariyyah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 15 Mei 2019 15:00
Tapak Kaki Rasulullah di Museum Mursyid Thariqat Ja'fariyyah
Para Sufi memiliki cara tersendiri yang memungkinkan mereka bertemu dengan Rasulullah Muhammad SAW.

Dream - Dalam dunia Islam, Mesir terkenal sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya thariqat. Salah satunya adalah Thariqat Ja'fariyah yang didirikan Syeikh Sholeh Ja'fari. Thariqat ini punya pengikut yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Makam Syeikh Sholeh Ja'fari berada di sebuah masjid di Kairo. Di samping makamnya, terdapat museum mini berisikan benda-benda peninggalan sang Mursyid Thariqat Ja'fariyah, termasuk salah satunya tapak kaki pada kayu yang diyakini milik Rasulullah Muhammad SAW.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Nur Hayid, sempat mengabadikan benda tersebut. Dai muda yang akrab disapa Gus Hayid ini mengatakan bahwa benda semacam itu memang lekat dengan para ulama sufi.

 Gus Hayid

Kayu berisi bekas telapak kaki yang diyakini milik Rasulullah Muhammad SAW (Koleksi pribadi KH Muhammad Nur Hayid)

Menurut Gus Hayid, benda-benda yang diklaim berkaitan dengan Rasulullah memang kerap menjadi perdebatan. Terutama jika berbicara soal keotentikannya.

" Kalau benda-benda seperti bekas telapak kaki Rasulullah SAW yang ada dalam foto itu memang masih menjadi perdebatan," kata Gus Hayid kepada Dream.

Tetapi, tambah Gus Hayid, terdapat ciri untuk mengenali sebuah benda berkaitan dengan Rasulullah. Setidaknya terdapat keterangan mengenai benda tersebut.

" Setidaknya Anda bisa melihat di atasnya ditulis itu ada nasyarun nabawiyyah. Jadi bekas qudamah atau qidam an nabawiyyah. Apakah itu kayu yang pernah diinjak Rasulullah lalu diukir atau ukuran kaki Rasulullah semacam itu, wallahu 'alam," kata dia.

1 dari 2 halaman

Keistimewaan Al 'Arif Billah

Gus Hayid melanjutkan, para tokoh yang digelari al 'arif billah atau kekasih Allah memang diyakini memiliki kemampuan untuk bertemu dengan Rasulullah Muhammad SAW. Caranya bisa berbagai macam baik dalam mimpi maupun dalam keadaan sadar.

Seperti disebutkan dalam sebuah riwayat, Imam Jalaluddin Abdurrahman Al Suyuti bertemu Rasulullah sebanyak 70 kali dalam keadaan tersadar. Padahal, kata Gus Hayid, ulama tersebut hidup di masa yang jauh dari Rasulullah.

" Imam Jalaluddin Abdurrahman Al Suyuti hidup di masa 800an sekian hingga 900an sekian Hijriah, itu masa yang sangat lama dari Rasulullah, hampir 800 sampai 900 tahun," kata dia.

Menurut Gus Hayid, peristiwa tersebut hanya bisa terjadi jika seseorang memiliki kedekatan dengan Allah dan Rasulullah. Bisa juga karena memiliki jalur nasab atau keturunan Rasulullah SAW.

Seperti pada Syeikh Sholeh Ja'fari yang memang memiliki nasab kepada Rasulullah. Menurut Gus Hayid, sang Mursyid pernah bertemu dengan Rasulullah.

" Saat bertemu Rasulullah itu mungkin bayangannya menginjakkan kaki di atas kayu lalu kayunya disimpan dan diabadikan. Mungkin bisa begitu. Bukan berarti kayu yang asli yang diinjak Rasulullah itu dibawa," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Rambut Rasulullah

Gus Hayid juga menyinggung soal kehebohan rambut yang diklaim milik Rasulullah dan dimiliki penyanyi religi Indonesia, Opick. Dia menyatakan rambut adalah sesuatu yang melekat pada diri Rasulullah.

" Jadi kalau dia benar membawa rambut Rasulullah, harusnya tidak diumbar begitu, harusnya tidak diworo-woro, apalagi untuk ketenaran, apalagi untuk mencari popularitas, Naudzubillah," kata Gus Hayid.

Selanjutnya, Gus Hayid juga mengingatkan akan menjadi berbahaya apabila rambut tersebut bukan dari Rasulullah. Baik bagi umat yang terlanjur percaya, apalagi bagi Opick sendiri, karena telah berbohong dengan bersandar kepada Rasulullah.

" Ada hadis yang mengingatkan kita dalam segala hal kita tidak boleh berbohong atas nama Rasulullah SAW," kata Gus Hayid.

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa