Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : Shutterstock
Dream- Fenomena gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana yang pernah terjadi pada bumi adalah gerhana matahari dan gerhana bulan.
Bagi umat Islam, ketika mereka mengetahui akan terjadi gerhana, maka dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf, termasuk saat gerhana matahari. Anjuran untuk sholat gerhana matahari telah disampaikan dari hadist. Hadits dari Al-Muhirah dalam kitab Bulughul Maram no. 526 yang menjelaskan tentang gerhana berbunyi :
" Pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “ Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo’alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.”
Sholat sunnah kusuf ini hukumnya sunnah ma’akkad. Tata cara sholat gerhana matahari juga tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya yang lebih lama. Bagi anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini kami sajikan tata cara sholat gerhana matahari.
USHALLI SUNNATAN-LIKHUSUUFI-SYAMSI IMAAMAN/MAKMUMAN LILLALI TA'ALA
Artinya: Saya niat sholat sunah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata.

Buku berjudul 'Fiqih Shalat Gerhana' oleh Isnan Ansory, Lc., M.Ag menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa tidak disyariatkan adzan dan iqomah dalam rangkaian pelaksanaan sholat gerhana. Namun disunnahkan untuk menyeru jamaah untuk melakukan sholat dengan seruan " ash-shalatu jaami'ah" .
Dari 'Abdullah bin 'Amru berkata: " Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Saw, maka panggilannya dengan seruan, " ASSHIOLATU JAAMI'AH (Marilah mendirikan sholat secara bersama-sama)'." (HR. Bukhari).
Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat kali rukuk dan sujud. Sholat gerhana juga bersifat sunnah. Dan diawali dengan niat serta diakhiri salam dan khotbah pada akhir ibadah.
Berikut tata cara sholat gerhana matahari lengkap yang dikutip dalam Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag):
Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jam'ah yang berisi anjuran meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak amal shaleh dan bersedekah.
Di samping mengerjakan sholat, ketika terjadi dan melihat gerhana matahari disunnahkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar dan doa selama peristiwa gerhana matahari atau bulan.

Tata cara shalat gerhana matahari berikutnya adalah memperhatikan poin-poin penting yang wajib dilakukan sebelum atau ketika salat. Adapun poin-poin yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertama, Keutamaan sholat gerhana adalah bisa menjadi sarana orang beriman untuk mengingat kekuasaan Allah. Rasulullah bersabda dalam khutbah usai sholat gerhana bersama para Sahabat,
“ Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah”.
Kedua, Dalam sabdanya, Rasulullah menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah untuk menakut-nakuti, agar manusia takut kepada Allah. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda,
“ Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hambaNya dengan terjadi gerhana tersebut”.
Ketiga, Dengan adanya gerhana bulan atau gerhana matahari, orang mukmin mendapat kesempatan untuk membuktikan keimanannya. Hendaknya kita bersegera untuk mengerjakan sholat gerhana ketika peristiwa itu terjadi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya