Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Yayat Supriatna Saat Memberi Materi Di Hadapan SKPD Banyuwangi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Tata kota Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi dari pakar tata ruang kota dan dosen Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriatna. Dia menilai dengan keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mampu mendesain tata kotanya dengan cukup baik.
" Banyuwangi cukup mampu mengendalikan struktur ruang kotanya dengan baik. Jadi tidak saling tumpang-tindih. Saya dengar juga tidak boleh ada mal di dalam kota, itu bagus untuk memecah konsentrasi ruang sekaligus bagian dari pemerataan," ujar Yayat, kepada Merdeka.com, Rabu, 19 Juli 2017.
Yayat mengaku banyak belajar kepada Pemkab Banyuwangi mengenai konsep tata ruang. Diakuinya, mempraktikkan teori di daerah sebetulnya jauh lebih sulit. " Dan Banyuwangi relatif berhasil mempraktikkannya, tentu tidak terlepas masih adanya kekurangan-kekurangan," kata dia
" Ini terbukti ketika Banyuwangi berhasil meraih juara penataan ruang terbaik se-Indonesia dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2014 lalu," ucap Yayat menambahkan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan akan terus mengendalikan tata ruang di Bumi Blambangan. Sejumlah kebijakan pun ditempuh Anas, misalnya, Perda Rencana Detail Tata Ruang kawasan strategis, hingga membentuk peraturan bupati tentang penertiban Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
" Dalam perda tersebut diatur antara lain zonasi wilayah dan peruntukannya. Misalnya kawasan perkotaan mana yang untuk kawasan bisnis, dan mana untuk pengembangan wisata. Pembangunan baru yang berada di jalan besar pun kami atur harus mundur lima meter dari badan jalan. Ini semua agar pengembangan kota ini bisa terkendali," ucap Anas.(Sah)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram