Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Bersama Tokoh Lintas Agama(Foto: Merdeka)
Dream - Sejumlah tokoh lintas agama mengapresiasi langkah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membatalkan aturan diskriminatif mengenai penggunaan jilbab bagi seluruh siswi di SMPN 3 Genteng.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, KH Muhammad Yamin menilai positif respons cepat Anas untuk meredam spekulasi dan provokasi yang bisa saja muncul dan memicu konflik.
"Jilbab ini kan hanya untuk Muslim, kita harus menghormati keyakinan agama lain, tidak boleh dipaksakan," ujar Yamin, kepada Merdeka.com.
Kiai Yamin berharap masalah ini tidak terulang. "Soal menjaga keberagaman, kita berkomitmen. Kita ingin tetap terjalin persahabatan yang indah dalam perbedaan," ujar Kiai Yamin.
Apresiasi juga dilontarkan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng. Menurut dia, Anas telah membendung polemik berkepanjangan.
"Saya langsung kontak Pak Anas saat dengar masalah itu, dan lega ternyata dia sudah bertindak cepat dan tepat. Pak Anas juga mengundang siswi dan orang tuanya yang kebetulan jemaah kami di gereja. Kami senang ada respons cepat, sehingga tidak menjadi polemik berkepanjangan," ujar Anang.
Seperti diketahui, siswi di Kecamatan Genteng, Banyuwangi mendapat diskriminasi dari SMPN 3 Genteng. Aturan yang mewajibkan seluruh siswi berjilbab membuat siswi yang notabene non-Muslim tersebut harus pindah sekolah.
Bupati Anas langsung membatalkan aturan itu karena dinilainya diterapkan secara keliru tanpa melihat latar belakang agama pelajar.
"Saya harap ini yang terakhir. Kita ini ingin menjaga kerukunan umat di daerah agar tak terimbas masalah politik di Jakarta, kok ini muncul sikap sekolah yang sensitif seperti ini," kata Anas.(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains