Tega, Rumah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Jadi Target Pencurian

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 17 Januari 2021 20:43
Tega, Rumah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Jadi Target Pencurian
Rumah tersebut kosong lantaran pemiliknya menjadi korban jatuhnya pesawat.

Dream - Sebuah rumah kosong di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, menjadi sasaran tindak pencurian. Padahal rumah itu merupakan kediaman almarhumah Arneta Fauzia, 39 tahun, salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Akun Instagram @makassar_iinfo mengunggah info pencurian tersebut yang terjadi. Rumah tersebut kosong lantaran Arneta bersama tiga anaknya pergi ke Pontianak dengan pesawat Sriwijaya Air. Sedangkan aksi pencurian itu terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021.

Pelaku diduga lebih dari satu orang. Para pelaku merupakan komplotan pencuri spesialis rumah kosong.

Aksi pencurian itu baru diketahui ketika asisten rumah tangga korban, Yayu, memeriksa kondisi rumah. Dia kaget mendapati sejumlah barang majikannya di dalam rumah hilang.

 

1 dari 3 halaman

Beberapa barang hilang yaitu kereta bayi, sepeda, tabung gas 3 kilo serta galon air. Diduga, maling masuk ke dalam rumah melalui atap.

Pengurus RT setempat melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Mereka meminta para pelaku segera ditangkap.

Diketahui Arneta berencana ke Pontianak untuk mengunjungi suaminya, Yaman Zai, 46 tahun, yang bekerja di sana. Wanita itu mengajak serta tiga anaknya.

Saat menuju Pontianak, Arneta naik pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Hingga saat ini belum ada keterangan mengenai keberadaan Arneta.

2 dari 3 halaman

24 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi

Dream - Tim Disaster Victim Identification Polri telah memeriksa 162 dari 188 bagian tubuh penumpang Sriwajaya Air SJ-182. Data tersebut dicatatkan per Minggu, 17 Januari 2021 pukul 09.00 WIB.

" Sampai hari ini jam 09.00 WIB, kami telah menerima total 188 kantong body part yang semuanya itu terdiri dari 162 yang sudah diperiksa dan sisanya 26 yang sedang kami periksa," ujar Komandan DVI Pusdokkes Polri, Kombes Hery Wijatmoko, dikutip dari Merdeka.com.

Hery megatakan pagi ini timnya menjalankan pemeriksaan dengan empat meja. Juga mengerahkan empat tim lengkap termasuk dari INAFIS.

Data sementara, total sampel yang telah diterima laboratorium DNA Pusdokkes Polri sebanyak 351. Rinciannya, 208 sampel postmortem dan 143 sampel antemortem.

" Jadi dari beberapa sampel antemortem yang sedang kami kejar dan kami collect untuk pemeriksaan, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya sampel yang dari Jawa Tengah," ucap Hery.

 

3 dari 3 halaman

Dari hasil pemeriksaan, DVI berhasil mengidentifikasi 24 jenazah korban Sriwijaya Air. Saat ini belum ada korban baru yang telah teridentifikasi.

" Perkembangan terakhir kami telah melakukan dan berhasil mengidentifikasi 24 korban dan kemarin sudah dirilis oleh Bapak Karopenmas," kata Hery.

Dari 24 korban, 15 di antaranya teridentifikasi dengan metode premier DNA. Sisanya sebanyak 12 korban teridentifikasi lewat sidik jari.

" Jadi artinya ada beberapa jenazah yang telah terkonfirmasi menggunakan DNA dan sidik jari," ucap Hery.

Sumber: Merdeka.com/Bachtiarudin Alam.

Beri Komentar