Misteri 7000 Tahun Tsunami Aceh di Goa 'Kotoran Kelelawar'

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 11 September 2019 09:04
Misteri 7000 Tahun Tsunami Aceh di Goa 'Kotoran Kelelawar'
Tsunami sudah terjadi sejak 7.000-an tahun silam.

Dream - Gua Ek Leuntie, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar menyimpan fenomena tsunami Aceh dari masa ke masa.

Menurut penelitian dari Earth Observatory of Singapore (EOS) bencana tsunami di area BumI Rencong sudah terjadi sebanyak 14 kali.

" Kejadian-kejadian tsunami di Aceh ternyata terjadi berulang, dengan periode perulangannya yang sangat beragam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi, kepada Liputan6.com, Selasa, 10 September 2019.

Tsunami, yang oleh masyarakat Aceh disebut semong, sudah terjadi sejak 7.000-an tahun silam. Tsunami menghancurkan 9 dari 10 komunitas di pesisir pantai Aceh antara 1394 hingga 1450.

 Peneliti asal Singapura menemukan fakta terbaru mengenai sejarah tsunami di Aceh yang tersimpan di Gua Ek Leuntie (Liputan6.com/Rino Abonita)

Peneliti asal Singapura menemukan fakta terbaru mengenai sejarah tsunami di Aceh yang tersimpan di Gua Ek Leuntie (Liputan6.com/Rino Abonita)

Goa yang berarti nama tahi kelelawar itu memiliki endapan bebatuan jenis gamping kedap air yang membentuk ornamen estetik. Pemerintah Aceh rencananya akan memugar dan menjadikan goa itu sebagai kawasan geological park (geopark).

" BPBA concern dalam tahun ini sedang melakukan pembebasan lahan warga di sekitar Gua Ek Leuntie, sebagai salah satu upaya menjadikan kawasan itu sebagai geopark tsunami," ujar dia.

Goa Ek Leuntie dinilai dapat menjadi pembelajaran mitigasi bencana di Aceh. Sebagai bencana yang berpotensi terulang, masyarakat Aceh dinilai perlu mendapatkan pengetahuan lebih mengenai tsunami.

" Provinsi Aceh memiliki sebelas bencana nasional yang harus dapat perhatian dan penanganan khusus dari Pemerintah Aceh," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Rino Abonita)

1 dari 5 halaman

Jepang Rancang Sistem Prakiraan Tsunami Terbaru, Korban Jiwa Bakal Berkurang

Dream - Tim ilmuwan Jepang mengembangkan sistem prakiraan tsunami dan kemungkinan skala kerusakan menggunakan kecerdasan buatan, (Artificial Intelligent/AI).

Pengembangan sistem prakiraan ini untuk menghindari korban jiwa dan kerusakan harta benda di kemudian hari.

Untuk mengembangkan sistem berbasis robot tersebut, Jepang telah masuk program tersebut dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Jepang 2020.

Dilaporkan Japan Times, para ilmuwan merancang sistem ini setelah berkaca pada bencana tsunami 30 meter pada Maret 2011. Tsunami tersebut dipicu gempa bumi berkekuatan 9,1 magnitudo.

Akibat bencana itu, sebagian besar garis pantai Tohoku mengalami kehancuran.

Para peneliti berharap sistem baru ini akan membantu pemerintah kota dan perusahaan di seluruh Jepang bisa lebih baik mempersiapkan diri menghadapi bencana di masa depan.

Selain itu, sistem itu juga mencegah krisis dan kehancuran peralatan vital, seperti reaktor nuklir Fukushima.

2 dari 5 halaman

Mitigasi Bencana

Tim ilmuwan ini terdiri dari peneliti dari konsultan manajemen risiko Tokio Marine & Nichido Risk Consulting Co. yang akan bekerja pada utama negara tersebut. Tim akan membantu memperkirakan kemungkinan tsunami berdasarkan lokasi, serta ruang lingkup kerusakan di wilayah yang diperkirakan akan kena.

" Sistem peramalan yang ada hanya memperkirakan ketinggian maksimum tsunami tetapi tidak kemungkinannya dan kadang-kadang tidak ada langkah-langkah yang tersedia untuk mempersiapkan skenario terburuk," kata juru bicara Tokio Marine & Nichido Risk Consulting melalui telepon.

Dia menjelaskan, sistem baru akan memberikan perkiraan rinci yang memungkinkan perusahaan atau operator fasilitas lainnya menyusun rencana kesiapsiagaan bencana.

Para peneliti berencana untuk membuat sistem ini tersedia bagi pemerintah kota dan perusahaan secara nasional. Sehingga kesiapsiagaan bencana dan merevisi prosedur darurat dapat ditingkatkan.

3 dari 5 halaman

Menghindari Peristiwa Reaktor Fukushima

Dengan sistem ini, seseorang dapat memasukkan alamatnya dan mempelajari probabilitas kedatangan tsunami setinggi 3 meter atau lebih tinggi. Atau kemungkinan jika gempa terjadi di sepanjang garis pantai Jepang, dan kedalaman air di alamat yang telah dimasukkan.

" Dengan pengetahuan seperti itu akan lebih mudah untuk membuat keputusan untuk pindah jika area saat ini berisiko tinggi," kata juru penelitian itu.

Tim peneliti juga mengatakan yakin sistem itu dapat membantu mencegah bencana seperti yang ada di reaktor nuklir Fukushima No. 1.

Sistem akan menghitung ketinggian gelombang yang diproyeksikan dan kedalaman perendaman.

Awalnya, prakiraan tersebut akan didasarkan pada prediksi gempa untuk area di sepanjang Palung Nankai, Palung Jepang, Palung Kuril-Kamchatka, dan Palung Sagami, di sepanjang Samudera Pasifik.

Para peneliti juga berencana untuk menambahkan informasi untuk daerah di sepanjang pantai Laut Jepang di kemudian hari.

4 dari 5 halaman

Membangun Benteng Alam Penahan Tsunami

Dream - Sejumlah cara dilakukan untuk mengurangi dampak tsunami. Salah satunya dengan membangun benteng alam dari pepohonan yang bisa tumbuh di pantai.

" Selain tanaman bakau, bisa juga menanam pohon cemara udang, cemara laut, pohon pule dapat juga mengurangi dampak dari tsunami," ucap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, di pantai Galau Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu 14 Agustus 2019.

Selain menanam bakau di sepuluh desa di empat kecamatan di Pandeglang, BNPB juga memasang rambu rawan tsunami. Doni mengucap terima kasih kepada masyarakat sekitar yang telah mengikuti simulasi untuk meningkatkan budaya sadar bencana.

" Semoga Allah SWT menjaga kita semua dan tidak diberikan cobaan bencana besar," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Menjaga Kawasan Strategis

 Penanaman bakau

Penanaman bakau

Doni menganjurkan perangkat daerah untuk menjaga kawasan strategis ini. Salah satu caranya, tidak membuang limbah ke laut.

" Saya anjurkan anak-anak dan para ibu untuk mengkonsumsi ikan yang banyak, agar sehat. Wilayah ini terkenal dengan hasil ikannya yang berlimpah, supaya anak-anak menjadi cerdas dan kuat," kata Doni.

Bupati Pandeglang, Irna Nuralita, mengatakan, pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap potensi bencana.

" APBD Pandeglang juga ada untuk penanggulangan bencana. Selain itu,mengajak dunia usaha seperti hotel, villa, untuk berperan juga menambahkan lampu sorot ke laut, untuk mengurangi korban bencana tsunami," ucap Irna

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie