Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
© Pexels.com/Cottonbro Studio
DREAM.CO.ID - Bayangkan kamar tidur yang tidak pernah benar-benar gelap. Lampu jalan masuk melalui celah tirai, layar ponsel menyala di samping bantal, sementara lampu kecil dari televisi atau perangkat elektronik tetap berkedip sepanjang malam. Kebiasaan yang tampak sepele ini mungkin bukan hanya mengganggu kualitas tidur. Penelitian terbaru menemukan bahwa paparan cahaya pada malam hari berkaitan dengan perubahan struktur dan fungsi jantung.
Studi terhadap lebih dari 11.000 orang menemukan bahwa mereka yang terpapar cahaya malam lebih tinggi mengalami penebalan dinding jantung dan tanda-tanda awal penurunan fungsi jantung. Temuan tersebut dipublikasikan pada 9 September 2026 dalam European Heart Journal, seperti dilansir European Society of Cardiology.
Penelitian yang dipimpin Professor Lu Qi dari Tulane University, Amerika Serikat, menggunakan data 11.071 peserta UK Biobank. Para peserta mengenakan sensor cahaya di pergelangan tangan selama tujuh hari untuk mengukur paparan cahaya pada malam hari. Sekitar tiga tahun kemudian, mereka menjalani pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) jantung untuk melihat struktur sekaligus kemampuan jantung bekerja.
Peneliti kemudian membandingkan orang yang mengalami paparan cahaya malam lebih dari tiga lux dengan mereka yang hampir tidak terpapar cahaya. Hasilnya menunjukkan perbedaan pada beberapa bagian jantung.
Pada kelompok dengan paparan cahaya lebih tinggi, dinding ventrikel kiri, salah satu ruang utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, terlihat lebih tebal. Penebalan tersebut membuat ruang di dalam bilik jantung menjadi lebih sempit. Pemeriksaan juga menunjukkan otot jantung menjadi kurang fleksibel ketika berdenyut.
Perubahan tidak hanya ditemukan pada ventrikel kiri. Para peneliti juga melihat perubahan pada ventrikel kanan dan atrium kiri. Menurut Qi, rangkaian perubahan tersebut merupakan bentuk cardiac remodeling, yakni perubahan struktur dan fungsi jantung yang biasanya muncul sebagai respons terhadap tekanan atau cedera kronis.
“ Polusi udara baru diketahui sebagai faktor risiko baru bagi penyakit kardiovaskular,” kata Qi. Ia menilai pengurangan paparan cahaya pada malam hari dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi untuk membantu mencegah penyakit jantung.
Meski demikian, penelitian ini menunjukkan hubungan antara paparan cahaya malam dan perubahan jantung, bukan membuktikan bahwa cahaya malam secara langsung menyebabkan kerusakan jantung. Namun, hasil tersebut menambah bukti mengenai dampak lingkungan malam yang semakin terang terhadap kesehatan manusia.
Temuan ini juga mendapat perhatian dari Professor Thomas Münzel dari University Medical Center Mainz, Jerman, dan koleganya dalam editorial yang menyertai penelitian. Mereka menyarankan dokter mulai menanyakan lingkungan tidur pasien, terutama mereka yang mengalami gagal jantung atau fibrilasi atrium. Faktor yang perlu diperhatikan antara lain tingkat kegelapan kamar, kebiasaan bekerja malam, serta penggunaan layar setelah matahari terbenam.
Langkah untuk mengurangi paparan cahaya malam sebenarnya sederhana. Kamar dapat dibuat lebih gelap dengan tirai penghalang cahaya, lampu tidur dapat menggunakan pencahayaan yang lebih hangat dan redup, sedangkan lampu indikator kecil pada perangkat elektronik bisa ditutup. Di tingkat perkotaan, penggunaan lampu jalan yang lebih terarah, spektrum cahaya yang lebih hangat, serta sistem pencahayaan yang diredupkan atau aktif berdasarkan gerakan juga dapat membantu mengurangi polusi cahaya.
Dengan demikian, menjaga kamar tetap gelap bukan sekadar soal menciptakan suasana tidur yang nyaman. Jika temuan ini dikonfirmasi oleh penelitian berikutnya, kegelapan pada malam hari mungkin menjadi salah satu bagian sederhana dari kebiasaan menjaga kesehatan jantung.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series