Polisi Tak Datangi Kafe Olivier Saat Mirna Keracunan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 27 Juli 2016 13:45
Polisi Tak Datangi Kafe Olivier Saat Mirna Keracunan
Saksi Jukiah memastikan tidak ada satupun polisi yang memeriksa kafe tersebut hingga Jukiah pulang pukul 20.00 WIB, termasuk keberadaan garis pengaman.

Dream - Kasir Kafe Olivier, Jukiah, mengaku tidak menjumpai polisi sesaat setelah Wayan Mirna Salihin terkena racun. Dia memastikan tak ada satupun polisi yang memeriksa kafe tersebut hingga Jukiah pulang pukul 20.00 WIB.

“ Saya sih nggak lihat (polisi datang),” kata Jukiah, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu 27 Juli 2016.

Proses keracunan Mirna di kafe yang terletak di Grand Indonesia itu terjadi pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tak hanya polisi, Jukiah juga mengaku tidak melihat adanya garis polisi yang terpasang saat itu.

Mendengar kesaksian Jukiah, pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menampilkan keseluruhan rekaman CCTV. Sebab, menurut Otto, rekaman yang selama ini ditampilkan seolah-olah barang bukti milik JPU semata.

Mendapat permintaan itu, anggota JPU, Shandy Andhika, menjelaskan, rekaman tersebut akan ditampilkan saat mendengar saksi ahli.

“ Rekaman CCTV yang kami tampilkan untuk sementara ini yang menunjukkan keadaan Kafe Olivier agar sistematis,” kata Shandy.

Dalam sidang ke delapan ini, hakim anggota, Binsar Gultom, juga meminta JPU menghadirkan meja dan kursi yang sempat diduduki Mirna, Jessica, dan Hani. Sebab, hakim belum mendapatkan titik terang dari keterangan para saksi.

“ Kami ingin secara faktual, ingin melihat letak es kopi vietnam itu ditaruh, di sini. Siapa yang menata, kemudian menata cocktail hingga peristiwa itu,” ujar Binsar di dalam persidangan.

Beranjak dari permintan tersebut, JPU Ardito memohon kepada hakim agar diberikan waktu dalam menghadirkan meja dan kursi yang sempat diduduki Mirna, Jessica, dan Hani. Meja tersebut hanya dapat dihadirkan dalam bentuk simulasi lantaran terpasang secara permanen di Kafe Olivier.

“ Posisi meja menjadi satu dengan lantai. Sofa juga permanen dan terhubung menjadi satu jadi harus dilakukan pemotongan terlebih dahulu,” tutur Ardito.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna