Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Barang Bukti Kasus Kematian Wayan Mirna Salihin (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Dream - Kasir Kafe Olivier, Jukiah, mengaku tidak menjumpai polisi sesaat setelah Wayan Mirna Salihin terkena racun. Dia memastikan tak ada satupun polisi yang memeriksa kafe tersebut hingga Jukiah pulang pukul 20.00 WIB.
“Saya sih nggak lihat (polisi datang),” kata Jukiah, saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu 27 Juli 2016.
Proses keracunan Mirna di kafe yang terletak di Grand Indonesia itu terjadi pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tak hanya polisi, Jukiah juga mengaku tidak melihat adanya garis polisi yang terpasang saat itu.
Mendengar kesaksian Jukiah, pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menampilkan keseluruhan rekaman CCTV. Sebab, menurut Otto, rekaman yang selama ini ditampilkan seolah-olah barang bukti milik JPU semata.
Mendapat permintaan itu, anggota JPU, Shandy Andhika, menjelaskan, rekaman tersebut akan ditampilkan saat mendengar saksi ahli.
“Rekaman CCTV yang kami tampilkan untuk sementara ini yang menunjukkan keadaan Kafe Olivier agar sistematis,” kata Shandy.
Dalam sidang ke delapan ini, hakim anggota, Binsar Gultom, juga meminta JPU menghadirkan meja dan kursi yang sempat diduduki Mirna, Jessica, dan Hani. Sebab, hakim belum mendapatkan titik terang dari keterangan para saksi.
“Kami ingin secara faktual, ingin melihat letak es kopi vietnam itu ditaruh, di sini. Siapa yang menata, kemudian menata cocktail hingga peristiwa itu,” ujar Binsar di dalam persidangan.
Beranjak dari permintan tersebut, JPU Ardito memohon kepada hakim agar diberikan waktu dalam menghadirkan meja dan kursi yang sempat diduduki Mirna, Jessica, dan Hani. Meja tersebut hanya dapat dihadirkan dalam bentuk simulasi lantaran terpasang secara permanen di Kafe Olivier.
“Posisi meja menjadi satu dengan lantai. Sofa juga permanen dan terhubung menjadi satu jadi harus dilakukan pemotongan terlebih dahulu,” tutur Ardito.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran