Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Gempa (Foto: Shutterstock)
Dream - Gempa Bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR) yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah dipastikan telah memicu tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
"Tsunami dengan level siaga, ketinggian lebih dari 1,5 meter," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 28 September 2018.
Sebelum keterangan resmi diberikan pemerintah, kabar tentang munculnya tsunami telah viral di media sosial. Dari pantauan Dream setidaknya ada dua video yang banyak disebar di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun instagram @actfohumanity, terlihat gelombang air laut tengah menuju ke sebuah pantai. Sementara di bibir pantai, beberapa rumah sudah porak-poranda dihantam gelombang besar tersebut.
Tampak pula sebuah mobil berwarna putih yang terjebak di jalan kala air laut tengah menerjang. Video tersebut diambil netizen di sebuah mall yang cukup tinggi.
"Betul itu terjadi di grand mall Palu, Kami sudah bertanya kepada Ketua BMKG Palu yang kebetulan ada di sini. Tapi kami tak bisa mengukur tingginya. dari video yang beredar tingginya sekitar 1,5 meter," ujar seorang pejabat BMKG dalam keterangan pers tersebut.
Berikut adalah video saat tsunami menerjang pantai Donggala:
View this post on Instagram
Dream - Gempa dahsyat 7,7 Skala Richter mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini menyebabkan gelombang tsunami.
"Ini tsunami sudah terjadi, BMKG bilang sudah berakhir, artinya tsunami sudah enggak ada lagi, daerah pantai Palu sudah aman, tsunami sudah terjadi beberapa waktu lalu, kemungkinan 1,5 meter sampai 2 meter," ujar Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BKMG, Rahmat Triyono, dikutip dari merdeka.com, Jumat 28 September 2018.
Rahmat memastikan tsunami sudah berakhir. Dia mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.
"Tsunami terjadi saat terjadi gempa, waktu tempuh (tsunami) hanya beberapa KM dan waktu tiba kurang dari 30 menit, artinya lebih dari itu tsunami sudah sampai. Itu (tsunami) sudah terjadi menghantam di kota Palu, dan air sudah kembali ke laut, artinya masyarakat bisa kembali ke rumah-rumah lagi karena tsunami sudah enggak terjadi," kata dia.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan diri tsunami sekitar pukul 17.02 WIB atau 18.02 WITA. Peringatan tersebut bersamaan dengan terdeteksinya gempa.
Beberapa menit kemudian, BMKG mencabut peringatan dini tersebut. BMKG juga menyatakan terdapat tiga gempa dahsyat susulan dengan kekuatan 6,1 dan 5,6 SR, lalu meningkat 7,4 SR.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
