BMKG: Peringatan Tsunami Bukan Dicabut, Tapi Diakhiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 28 September 2018 21:17
BMKG: Peringatan Tsunami Bukan Dicabut, Tapi Diakhiri
Kepala BMKG mengatakan tsunami benar terjadi dengan level siaga.

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika mencabut peringatan dini tsunami yang menyertai gempa 7,7 Skala Richter (SR). Pencabutan dilakukan pada pukul 17.36 WIB.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan alasan pencabutan tersebut. Dia mengatakan tsunami sempat terjadi dengan ketinggian mencapai 1,5 meter hingga 3 meter.

" Berdasarkan hasil pemindaian tsunami, gempa bumi tersebut menimbulkan tsunami level Siaga ketinggian 1,5 meter sampai 3 meter," kata Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 28 September 2018.

Dwikorita mengatakan tsunami juga terpantau oleh petugas BMKG di lapangan. Menurut dia, tsunami terjadi pada pukul 17.22 WIB.

" Setelah kita pantau setelah tsunami datang, air semakin surut. Dengan surutnya muka air yang teramati, maka peringatan dini tsunami ini kami akhiri pukul 17.36 WIB," kata Dwikorita.

Selanjutnya, Dwikorita menyatakan peringatan dini bukan dicabut, melainkan diakhiri. Sebab, menurut dia, kejadian tsunami benar-benar terjadi namun sudah berakhir.

" Bukan dicabut, tetapi diakhiri," terang dia.

1 dari 3 halaman

Gempa 7,7 SR di Donggala, Palu Tsunami Sekitar 2-3 Meter

Dream - Gempa dahsyat 7,7 Skala Richter mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini menyebabkan gelombang tsunami.

" Ini tsunami sudah terjadi, BMKG bilang sudah berakhir, artinya tsunami sudah enggak ada lagi, daerah pantai Palu sudah aman, tsunami sudah terjadi beberapa waktu lalu, kemungkinan 1,5 meter sampai 2 meter," ujar Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BKMG, Rahmat Triyono, dikutip dari merdeka.com, Jumat 28 September 2018.

Rahmat memastikan tsunami sudah berakhir. Dia mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing.

" Tsunami terjadi saat terjadi gempa, waktu tempuh (tsunami) hanya beberapa KM dan waktu tiba kurang dari 30 menit, artinya lebih dari itu tsunami sudah sampai. Itu (tsunami) sudah terjadi menghantam di kota Palu, dan air sudah kembali ke laut, artinya masyarakat bisa kembali ke rumah-rumah lagi karena tsunami sudah enggak terjadi," kata dia.

Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan diri tsunami sekitar pukul 17.02 WIB atau 18.02 WITA. Peringatan tersebut bersamaan dengan terdeteksinya gempa.

Beberapa menit kemudian, BMKG mencabut peringatan dini tersebut. BMKG juga menyatakan terdapat tiga gempa dahsyat susulan dengan kekuatan 6,1 dan 5,6 SR, lalu meningkat 7,4 SR.

2 dari 3 halaman

Peringatan Tsunami di Donggala Dicabut

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami pada gempa 7,7 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.

" #Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7.7, tanggal: 28-Sep-18 17:02:45 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG di Twitter, diakses pada Jumat 28 September 2018.

Sempat terjadi dua gempa susulan di lokasi yang sama. Gempa susulan pertama berkekuatan 6,1 SR, sedangkan gempa susulan kedua berkekuatan 5,5 SR.

Titik gempa berada di jarak 13 Kilometer dari Donggala dengan kedalaman 10 kilometer.

3 dari 3 halaman

Gempa 7,7 SR Guncang Sulteng dan Sulbar, Potensi Tsunami

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya gempa dahsyat berkuatan 7,7 Skala Richter. Gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.

" #Peringatan Dini Tsunami di Sulteng, Sulbar, Gempa Mag:7.7, 28-Sep-18 17:02:44WIB," tulis BMKG di Twitter, diakses pada Jumat 28 September 2018.

Pusat gempa berada di titik 0,18 Lintang Selatan, 119,85 Bujur Timur.

" Kedalaman 10 Kilometer," tulis BKMG.

 

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal