Heboh, Jenazah Korban Covid-19 Diletakkan Dekat Pasien

Reporter : Sugiono
Sabtu, 27 Juni 2020 10:02
Heboh, Jenazah Korban Covid-19 Diletakkan Dekat Pasien
Brazil menjadi negara terburuk kedua yang menghadapi Covid-19.

Dream - Brazil menjadi negara terburuk kedua yang menghadapi Covid-19 setelah mencatat lebih dari 1,2 juta kasus positif, dengan lebih dari 55 ribu orang tewas akibat wabah tersebut.

Akibat jumlah kematian yang semakin hari kian meningkat, dilaporkan mayat korban Covid-19 di salah satu rumah sakit di negara itu terpaksa ditempatkan di sebelah pasien di bangsal.

Dalam foto-foto yang dilansir Mirror Online, tampak jenazah pasien Covid-19 yang dibungkus plastik hitam ditempatkan di sebelah pasien yang mendapat perawatan akibat terinfeksi virus corona.

1 dari 3 halaman

Sebut Covid-19 Penyakit Flu Biasa

Pada awal tahun ini, Presiden Brazil Jair Bolsonaro menyebut bahwa Covid-19 sebagai penyakit selesema ringan atau biasa.

Namun pernyataanya itu jadi bumerang ketika Brazil menjadi negara kedua terburuk yang terdampak Covid-19, setelah Amerika Serikat.

Yang lebih menyedihkan adalah banyaknya tenaga kesehatan khususnya para perawat yang tertular Covid-19.

Dampak Covid-19 terhadap perawat di Brazil bahkan merupakan yang terburuk dibandingkan negara lain.

2 dari 3 halaman

15.000 Perawat Positif Covid-19

Hingga artikel ini ditulis, sekurang-kurangnya 181 perawat meninggal akibat pandemi Covid-19 di Brazil, menurut International Council of Nurses (ICN).

Bahkan hingga bulan Mei tahun ini, tercatat lebih dari 15.000 perawat di Negeri Samba tertular Covid-19.

Jumlah itu semakin meningkat secara drastis seiring dengan peningkatan jumlah kematian di Brazil.

 

3 dari 3 halaman

Sehari 50.000 Warga Berkumpul di Pantai

Sekitar setengah dari kematian perawat di Brazil dilaporkan terjadi di Rio de Janeiro dan Sao Paulo. Dua kota ini yang paling parah terkena dampak Covid-19.

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya tingkat kesadaran warga masyarakat Brazil dalam mengurangi penyebaran virus corona.

Warga masyarakat masih membanjiri pantai Brazil dengan lebih 50.000 orang berkumpul dalam sehari. Mereka banyak yang tidak memakai masker serta mengabaikan aturan untuk menjaga jarak.