Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Bagaimana Respons Grab Dan Gojek Soal Kenaikan Tarif Ojol? (Foto: Shutterstock)
Dream - Viral di Twitter, akun @rebornblessing bercerita tentang Mayang yang terpaksa membayar sejumlah orderan makanan yang tidak dipesan.
Bukan satu atau dua orderan saja, tetapi ada 11 orderan makanan dengan satu orderan seharga lebih dari 200 ribu.
Peristiwa itu heboh di jagat dunia maya dan mendapat banyak respons baik dari warganet.
Diketahui awalnya, akun twitter @rebornblessing tersebut memposting curhatan Mayang di Instagram Story, @wilandini pada Selasa, 7 April 2020.
Dalam curhatan Mayang via instagram story itu, dia mendapat 11 orderan makanan yang dipesan bukan atas namanya ataupun anggota keluarganya.
Tetapi ada orang lain memesan makanan tersebut dengan sistem pembayaran tunai, namun alamat pengantaran pesanan ditunjukan ke rumah Mayang.
Pada awalnya, Mayang berinisiatif untuk menerima orderan pertama dan membayarnya. Pengemudi ojol tersebut mengatakan bahwa ini pemesanan fiktif dan ingin dilaporkan saja, tetapi dia menolak dan membayar pesanan.
Selang 20 menit setelah kejadian tersebut, Mayang mendapati dirinya mendapat pesanan makanan berbeda. Yang membuatnya terkejut, harga pesanan tersebut rata-rata di atas Rp200 ribu.
Kejadian ini berlangsung dari pukul 15.30 WIB hingga 23.00 WIB dengan 11 kiriman pesanan yang berbeda-beda.
" Itu nama pemesannya atas nama Alohot, Rinaldi, Ari, dan Adi," kata Mayang.
Makanan yang dikirimkan pun beragam, diantaranya, martabak, burger, olahan daging ayam cepat, kopi dan lain-lain. Mayang membagikan makanan tersebut kepada para driver ojol.
" Semua dibayar hampir dua juta. Itu patungan sekeluarga. Ada beberapa teman yang transfer ke driver ojolnya juga," kata Mayang.
Terlalu banyaknya pesanan fiktif itu membuat Mayang geram dan menghubungi layanan pelanggan penyedia aplikasi. Dia meminta untuk memblokir alamat rumahnya terlebih dahulu.
Menurut pengakuan Mayang, pihak layanan penyedia aplikasi pada awalnya tidak memberikan respons terhadap keluhannya.
Kemudian, kisahnya viral di Twitter dan membuat Mayang dihubungi pihak penyedia palikasi. Saat ini alamat Mayang juga berhasil diblok.
Sebagai kompensasi atas kejadian ini, pihak penyedia aplikasi mengganti kerugian yang dialami Mayang dengan mengirim uang sebesar Rp 1,9 juta kepada Mayang.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram