Yayasan Lentera Anak Akui Dapat Donasi dari Bloomberg Initiative

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 9 September 2019 16:01
Yayasan Lentera Anak Akui Dapat Donasi dari Bloomberg Initiative
Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari menyatakan banyak LSM di Indonesia juga menerima donasi dari organisasi luar negeri untuk program mereka.

Dream - Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari mengakui organisasinya mendapat suntikan dana dari Bloomberg Philanthropies terkait kampanye anti tembakau atau rokok. Namun yayasannya bukan satu-satunya organisasi yang mendapat donasi dari yayasan milik Michael R Bloomberg tersebut.

" Bukan cuma lentera anak, tapi ada banyak lembaga di indonesia bahkan kementerian dan lembaga pemerintah pun pernah menerima bantuan dari Bloomberg untuk pengendalian tembakau," ungkap Lisda kepada Dream, Senin 9 September 2019.

Namun Linda enggan menyebutkan besaran donasi yang diberikan Bloomberg kepada Yayasan Lentera Anak untuk program kampanye anti rokok.

Bagi Lisda, setiap organisasi diperbolehkan menerima donasi dari lembaga luar negeri sepanjang dana hibah itu digunakan dengan benar. 

Lisda menjelaskan, donasi yang diperoleh dari luar negeri biasanya diberikan berdasarkan pengajuan proposal. Tak hanya Bloomberg Philanthropies, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia juga banyak menerima bantuan dari lembaga lain.

" Keuangan kami diaudit setiap tahun dan wajar-wajar saja, karena bukan hanya Bloomberg, banyak LSM di negera ini dibiayai oleh luar negeri," ujar dia.

Berdasarkan data dari https://tobaccocontrolgrants.org, Yayasan Lentera Anak telah beberapa kali menjadi penerima donasi dari program kampanye anti tembakai dari Bloomberg Philanthropies. Beberapa program telah selesai dijalankan sedangkan satu program masih berlangsung sampai Februari 2020.

Program Yayasan Lentera Anak yang masih berlangsung dengan pendanaan dari Bloomberg tersebut adalah Supporting TC policies that put child protection in the heart of its endeavor: promoting an increased tobacco excise tariff, TAPS bans, and Smoke Free Areas.

Proyek ini dirancang untuk mendorong peningkatan tarif cukai tembakau di tingkat nasional dan mempromosikan larangan promosi, sponsoship, dan iklan terkait rokok (Tobacco advertising, promotion and sponsorship/TAPS) dan kebijakan bebas-rokok di tingkat kabupaten / kota melalui program pengembangan Kota Ramah Anak.

Proyek akan dijalankan Yayasan Lentera Anak dengan jangka waktu setahun dari Maret 2019 hingga Februari 2020.

 bloomberg

Masih dalam laman yang sama, Bloomberg Initiative memang membuka lamaran untuk proposal kampanye anti-rokok lewat program The Bloomberg Initiative to Reduce Tobacco Use. Program ini menyasar beberapa negara berpendapatan rendah yang dianggap terpapar pengaruh rokok cukup besar. 

Dari 10 negara tersebut, Indonesia masuk dalam prioritas dari program tersebut. Negara lainnya adalah China, India, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, Filipina, Brasil, Ukraina, dan Meksiko.(Sah)

1 dari 9 halaman

Kata Yayasan Lentera Anak Dituding Penyebab PB Djarum Stop Audisi

Dream - Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari buka suara terkait tudingan masyarakat yang mengganggap organisasinya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi penyebab berhentinya audisi atlet bulu tangkis PB Djarum.

" Ya kalau masyarakat menyalahkan Lentera, karena masyarakat belum tahu informasi yang lengkapnya meskipun kami sudah menjelaskannya berbusa-busa melalui media, media sosial tapi mungkin belum cukup," ujar Lisda kepada Dream, Senin 9 September 2019.

Lisda menjelaskan, Yayasan Lentera Anak pada September 2018 telah melapor ke KPAI terkait audisi PB Djarum yang menggunakan brand image tembakau atau rokok.

Dalam pandangan organisasinya, audisi tersebut harus patuh pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 nomor 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

" Dalam PP tersebut, kegiatan yang disponsori oleh rokok itu tidak boleh melibatkan anak," ucap dia.

Menurut LIsda, penggunaan kaos dengan tulisan Djarum bisa dianggap sebagai bentuk eksploitasi anak. Lingkungan tempat berlangsungnya audisi juga banyak menampilkan tulisan Djarum yang telah dikenal sebagai brand produk rokok.

" Jadi yang kami minta adalah audisi terus berlangsung tapi tidak menggunakan logo dan brand image Djarum."

" Tapi kemudian tiba-tiba Djarum mau menghentikan tahun depan," kata dia.

2 dari 9 halaman

PB Djarum Dianggap Tidak Sungguh-sungguh

Padahal, lanjut Lisda, dalam audisi PB Djarum yang berlangsung di Purwokerto, Jawa Tengah, pihak penyelenggara sudah tidak memberikan kaos bertuliskan Djarum kepada anak-anak peserta audisi.

Meski dalam pelaksanaannya, kata Lisda, pihak panitia masih menggunakan tulisan tersebut di kaosnya.

Dari temuan tersebut, Yayasan Lentera Anak meminta PB Djarum melakukan dua langkah untuk keluahan yang disampaikan lembaganya. Keduanya adalah menghentikan audisi PB Djarum atau tetap menyelenggarakan audisi tersebut namun mengikuti ketentuan dalam PP Nomor 109 Tahun 2012. 

" Tapi kalau tahun depan dia berhenti, artinya dia kan gak sangup untuk menyelenggarakan audisi sesuai dengan aturan," kata dia.

Lebih jauh, Yayasan Lentera Anak balik menuding PB Djarum tidak serius dalam membina atlet bulu tangkis muda Indonesia dengan keputusannya tidak melanjutkan audisi.

" Kedua, berarti Djarum enggak sungguh-sunguh ikhlas untuk membina atlet anak-anak karena gak boleh promosi logo dan brand image," ujar dia.

Pada Agustus 2019 lalu, ungkap Lisda, PB Djarum sebetulnya pernah meminta pertemuan di Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenkopolhukam), bersama KPAI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) serta lembaga terkait untuk membahas masalah tersebut.

" Yang saya tahu sepakat PB Djarum untuk tidak menggunakan brand Djarum, artinya bisa sebenarnya menyelenggaran tanpa brand Djarum," kata dia.

3 dari 9 halaman

PB Djarum 'Pamit', Apa Kata KPAI?

Dream – Pernyataan PB Djarum yang menghentikan audisi umum pelatihan bulutangkis per 2020 viral di media sosial. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara tentang pengumuman resmi PB Djarum.

“ Perlu kami sampaikan, KPAI tidak terbesit niat untuk menghentikan audisi,” kata Ketua KPAI, Susanto, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 9 Juli 2019.

Susanto mendukung pengembangan audisi serta pengembangan bakat dan minat anak di bidang bulutangkis terus berlajut. “ Agar prestasi anak terus tumbuh dan membanggakan Indonesia ke depan,” kata dia.

Sekadar informasi, PB Djarum menghentikan resmi audisi beasiswa bulutangkis mulai 2020. Hal ini diungkapkan di Twitter PB Djarum, @PBDjarum, pada 7 September 2019.

“ [Audisi Umum 2019] Mulai tahun 2020 mendatang, pencarian bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis resmi ditiadakan, dan tahun 2019 ini menjadi terakhir kalinya,” cuit PB Djarum.

 Pengumuman PB Djarum

4 dari 9 halaman

Hanya Menjalankan Regulasi

Susanto melanjutkan KPAI keberatan dengan audisi bulu tangkis usia dini yang diselenggarakan PB Djarum karena menggunakan merk, logo, brand image produk tembakau.

" Karena telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109 tahun 2012. Jadi peraturan pemerintah telah melarang,” kata dia.

Menurut Susanto, lembaga yang dipimpinnya itu hanya menjalankan peraturan pemerintah saja. " KPAI hanya menjalankan tugas agar peraturan tersebut ditaati oleh semua pihak," kata dia.

5 dari 9 halaman

Menpora: Tak Ada Eksploitasi

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebut tidak ada eksploitasi anak dalam audisi yang diselenggarakan PB Djarum. Imam justru mendukung audisi beasiswa bulutangkis terus berjalan.

“ Mestinya jalan terus, karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia," tulis Imam, dikutip dari Facebooknya.

Imam mengatakan, Kemenpora akan segera mengeluarkan sikap resmi terkait 'pamitnya' PB Djarum menghentikan audisi bulu tangkis usia dini. " Kami buat sikap resmi Kemenpora setelah ini," kata dia.

6 dari 9 halaman

PB Djarum Hentikan Audisi Mulai 2020, Ini Alasannya

Dream - PB Djarum memutuskan untuk berhenti melakukan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis mulai 2020. Djarum Foundation selaku induk mengambil langkah untuk meredakan polemik yang muncul akhir-akhir ini.

Djarum Foundation mulai menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan sejak 2006. Namun, perhelatan pada 2019 ini akan menjadi audisi terakhir. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan itu dalam acara konferensi pers, di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu, 7 September 2019.

Acara tersebut dilaksanakan menjelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan mulai Minggu, 8 September hingga Selasa 10 September di GOR Satria, Purwokerto.

" Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kami menurunkannya," kata Yoppy, seperti dilansir situs Djarum Badminton.

7 dari 9 halaman

Tak Bakal Bagikan Kaus

" Kedua, kaus yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya. Mereka akan memakai kaus asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kami sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kami sudah memutuskan seperti itu," ungkap Yoppy.

 Yoppy PB Djarum

 Yoppy Rosimin/ Foto Djarum Foundation

" Kemudian pada Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena pada 2020 kami memutuskan menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu. Masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

8 dari 9 halaman

Polemik dengan KPAI

Keputusan itu diambil terjadi akibat polemik yang berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuduh PB Djarum mengeksploitasi anak. KPAI mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

 KPAI: Perlindungan Anak di Dunia Maya Masih Minim

" Kami sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau. Tahun lalu kami dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kami bukan produk rokok," ujar Yoppy.

Meskipun banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, Yoppy tetap menegaskan tahun in merupakan penyelenggaraan terakhir.

" Banyak yang mendukung kami seperti dari para legenda, dan PP PBSI. Tetapi sementara akan dihentikan dulu tahun depan. Kami akan diskusi di dalam mengenai format ke depannya seperti apa," tegas Yoppy.

9 dari 9 halaman

Tetap Berada di Garda Terdepan

" Tetapi bulu tangkis harus tetap semangat. PB Djarum akan berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi audisi sementara dihentikan dulu. Jadi nanti kalau ada yang menangis, saya minta maaf," tutur Yoppy.

Meski begitu, Audisi Umum Bulu Tangkis 2019 akan terus dilakukan hingga final di Kudus pada November. " Ya dipastikan tahun ini akan jalan terus hingga final dengan segala risikonya, karena tahun ini kami sudah janji kepada semua peserta," imbuh Yoppy.

Laporan: Yus Mei Sawitri/ Bola.com

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara