6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Kehidupan mahasiswa yang tinggal di kos-kosan memang penuh romantika. Jauh dari orangtua, dia harus pandai mengatur siasat agar sisa uang yang ada bisa bertahan hingga kiriman datang.
Kondisi inilah yang dialami pemuda Malaysia yang hanya dikenal dengan panggilan Busu.
Akhir bulan uang sudah mulai kering, sementara dia sendiri tidak memanfaatkan pinjaman mahasiswa yang disediakan oleh universitas.
Karena itulah dia berusaha untuk memperoleh rezeki meski dalam kondisi susah. Lalu apa yang dilakukannya itu?
Di ujung bulan, uang Busu hanya tinggal 5 ringgit saja (sekitar Rp 16.500) di dompet. Dari semalam dia mencoba untuk menarik uang, tapi saldonya sudah tidak mencukupi.
Padahal di tabungannya masih ada 50 ringgit (sekitar Rp 165 ribu). Sialnya, uang tersebut adalah saldo minimal yang harus ada dalam tabungannya.
Sementara rekeningnya di Muamalat masih tersisa 18 ringgit (sekitar Rp 60 ribu). Tapi penarikan uang di ATM hanya membatasi minimal 20 ringgit ke atas (sekitar Rp 60 ribu).
Susu Pengganjal Perut.....
© Dream
Kendati demikian Busu bersyukur karena dia masih menyimpan susu untuk sekadar mengganjal perut, sambil menunggu kiriman datang dua hari lagi.
Dengan hanya 5 ringgit, Busu juga harus mencetak tugas dan harus dikumpulkan hari itu juga. Untungnya, Busu sudah memperkirakan biaya cetak tugasnya yang ternyata menghabiskan dana 3 ringgit 20 sen. Jadi sekarang dia punya sisa uang 1 ringgit 20 sen.
Setelah menyerahkan tugas ke dosen, Busu berjalan ke arah masjid. Dia ingin bersedekah sebab dia yakin Allah akan menolongnya balik, cepat atau lambat.
" Aku masukkan 1 ringgit ke kotak amal, sehingga uangku sekarang tinggal 20 sen saja," katanya. Uang itu dia gunakan untuk membeli es jeli di dekat masjid. Saat itu hari sudah menjelang sore" .
Setelah membeli es jeli tersebut, habis sudah uang Busu. Tak sepeser pun ada di dalam dompetnya.
" Ada juga rasa khawatir karena aku punya masalah lambung. Jadi tidak bisa kalau tidak makan. Tapi aku yakin Allah pasti memberiku rezeki. Lagipula aku masih ada persediaan susu untuk mengganjal perut," katanya.
`Cepat Sekali Allah bagi rezeki`...
© Dream
Malam itu, jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Kakak Busu menelepon dan memberitahu dia sudah transfer 50 ringgit untuk pegangan sambil menunggu orang tuanya mengirim uang.
" Allahu Akbar, cepat sekali Allah bagi rezeki. Aku pikir kenapa juga kakak buru-buru transfer, padahal 2 hari aku sudah dapat kiriman. Aku baru teringat, ini mungkin karena uang 1 ringgit yang aku sedekahkan di masjid tadi. Allahurabbi, nikmat apa lagi yang ingin kita dustakan? Sungguh terang-terang Allah membalas kalau kita bersedekah."
" Meskipun tak punya uang, jangan takut untuk bersedekah. Makin kita tak punya uang, makin kuatkan tekad untuk bersedekah. Begitu juga semakin kita kaya, semakin sering-sering bersedekah. Yakin dengan rahmat dan pertolongan Allah. Ini mungkin yang dibilang orang-orang tentang kekuatan dari bersedekah."
(Sumber: Ohbulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
