Dream - Dalam literatur fikih, setiap cairan yang keluar dari kemaluan dianggap najis. Sehingga, seseorang harus beristinja' atau menyucikan diri lebih dulu lalu berwudhu sebelum sholat jika sampai mengeluarkan cairan tersebut.
Apabila cairan-cairan tersebut terkena pakaian, maka tidak dapat digunakan untuk sholat. Pakaian itu harus dicuci lebih dulu hingga hilang unsur najisnya.
Tetapi, tidak semua cairan yang keluar dari kemaluan pria adalah najis. Contohnya yaitu air mani atau sperma.
Jumhur ulama sepakat menyatakan air mani bukanlah najis. Pendapat ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim.
" Dari Aisyah RA berkata, 'Aku mengerok mani dari pakaian Rasulullah SAW dan beliau memakainya untuk sholat'. Dalam riwayat lain disebutkan, 'Aku menggaruk dengan kukuku mani yang kering dari pakaian beliau'."
Para ulama menyatakan tindakan Aisyah mengerok air mani yang sudah kering di pakaian Rasulullah menandakan cairan tersebut tidaklah najis. Sebab, jika najis maka Aisyah pasti mencuci pakaian tersebut lebih dulu sebelum dikenakan Rasulullah untuk sholat. (eko)
Advertisement
Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur


WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110

Dompet Dhuafa Heartventure, Berbagi Bersama Content Creator di Pelosok Samosir


5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Wajib Masuk Daftar Wishlist
Throwback Serunya Dream Day Ramadan Fest bersama Royale Parfume Series by SoKlin Hijab

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar