Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Hukum rokok dalam kajian fikih memang masih menjadi perdebatan. Ada sebagian ulama yang menyatakan makruh, sementara sebagian lainnya menyatakan haram.
Meski demikian, tidak ada ulama yang berbeda pendapat mengenai mengisap rokok di siang hari bulan Ramadan membatalkan puasa.
Jika dilakukan, wajib hukumnya mengganti puasa di hari lain. Tetapi, bagaimana dengan orang yang tak sengaja menghisap asap rokok alias perokok pasif? Apakah puasanya ikut batal?
Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan pada prinsipnya, merokok sama dengan makan dan minum. Meski dalam bentuk asap, tetap saja masuk ke dalam tubuh lewat tenggorokan.
Orang merokok dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah yasyrabu ad dukhan atau meminum asap. Maksudnya, menelan asap rokok, sehingga dihukumi membatalkan puasa.
Tetapi, untuk asap rokok yang tidak dihisap seperti merokok, maka para ulama menyatakan hal itu tidak membatalkan puasa.
Mungkin fatwa ini terkesan berbeda dengan dunia medis. Sebab, dokter menyatakan perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif.
Namun demikian, para ulama membedakan aktivitas perokok aktif dengan pasif yang akhirnya menimbulkan konsekuensi hukum berbeda.
Perokok aktif mengisap asap rokok langsung dari sumbernya sehingga sama dengan makan dan minum.
Sedangkan perokok pasif tidak menghirup asap rokok dari sumbernya. Asap rokok beterbangan di udara kemudian terhisap bersamaan dengan bernapasnya seseorang.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya